60 Persen Lebih Anggota DPR Tidak Berkualitas
60 Persen Lebih Anggota DPR Tidak Berkualitas, judul tersebut bukan hasil kesimpulan saya lho. Tapi merupakan kesimpulan dari desertasi atau karya ilmiah salah seorang aggota dewan terhormat itu sendiri. Yaitu Idrus Marham, anggota DPR dari fraksi Partai Golkar yang mengetengahkan wacana tentang kualitas dari anggota DPR, yang notabene termasuk dirinya sendiri.
Mulai dari masukan, kritikan bahkan hingga cercaan dan hinaan sudah sering kali didapat oleh para anggota DPR. Terlebih lagi para anggota dewan yang terhormat tersebut sering kali mendapat gelar ‘anggota DPR yang tidak terhormat’. Semua itu disebabkan oleh kinerja dan perilaku anggota dewan sendiri. Kinerja yang dianggap lemah dan produk Undang Undang yang bermutu rendah dan memihak kelompok terntentu merupakan indikasi dari tidak berkualitasnya anggota DPR. Padahal untuk mengesyahkan satu UU saja kadang mereka butuh waktu yang lama sekali dengan rapat yang berkepanjangan. Dan produk Undang-Undang hasil dari yang mereka anggap kerja keras itu banyak yang dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).
Contoh lain adalah dengan tidak mendukungnya peraturan KPK tentang tahanan KPK yang diwajibkan menggunakan seragam, dengan tujuan efek jera terhadap koruptor. Tidak mendukungnya DPR terhadap peraturan KPK ini sangat mungkin disebabkan karena banyaknya kasus korupsi yang menjerat anggota DPR. Ditambah lagi dengan fakta buruknya sikap personal beberapa anggota dewan yang banyak terjerat beragam kasus, diantaranya adalah kasus asusila. Seharusnya para anggota DPR lebih paham akan norma asusila, terlebih lagi mereka juga telah membuat dan mensyahkan RUU Pornografi belum lama ini.
Saya salut untuk hasil desertasi ini, yang telah menyebutkan bahwa lebih dari 60 persen anggota DPR tidak berkualitas. Meskipun angka 60 persen itu bukan patokan yang pasti, bisa lebih rendah atau bahkan lebih tinggi lagi. Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana menciptakan anggota DPR yang berkualitas? Agar anggota DPR generasi selanjutnya dapat lebih berkualitas.
Artikel Yang Mungkin Berkaitan :D
Comments
12 Comments on 60 Persen Lebih Anggota DPR Tidak Berkualitas
-
Permana Jayanta on
Thu, 22nd Jan 2009 18:30
-
Mahendra on
Thu, 22nd Jan 2009 22:13
-
harianku on
Thu, 22nd Jan 2009 22:18
-
jimmy on
Thu, 22nd Jan 2009 22:24
-
munawar am on
Thu, 22nd Jan 2009 22:56
-
Suroto on
Fri, 23rd Jan 2009 11:45
-
amat on
Fri, 23rd Jan 2009 13:08
-
bagus on
Fri, 23rd Jan 2009 14:00
-
Rian Xavier on
Sat, 24th Jan 2009 19:49
-
ekkei on
Mon, 26th Jan 2009 02:23
-
Perang Kampanye PDIP Versus Partai Demokrat | soerdjak on
Sat, 31st Jan 2009 17:58
-
PDIP sudah tidak Soekarnois lagi? | soerdjak on
Wed, 4th Feb 2009 19:01
Hmm .. di benak saya DPR itu koruptor. Saya bahkan enggak tahu apa fungsi DPR selan korupsi. Saya juga salut dengan disertasi ini, paling tidak sudah ada dasar kalau mau blang DPR tu useless …
Pantesan aja…., karena yang bikin anggota DPR juga makanya cuma 60%… Padahal sebenarnya hampir 90%…
mungkin harus ada P4 untuk anggota DPR yang baru terpilih yah xixixi…
60% itu sudah cukup besar atau masih kekecilan ya?
anggota DPR yang berkualitas? agak sulit sepertinya Mas;
soalnya perpolitikan kita sangat telanjang dalam mengedepankan ketidakberkualitasannya…
Terima kasih masih ada seorang dewan yang masih peduli dengan disertasinya.
aku seneng dengan Pak Idrus, tapi apa tidak kegedean ya kwalitasnya 60% itu, karena tolok ukurnya gak jelas Pak Idrus itu,sehingga menurut saya paling tinggi kwalitas anggota dewan itu cuma 40%. apalagi belum korupsinya,selingkuhnya dan politiknya yang amburadul. tapi biarlah nasi sudah menjadi bubur,yang penting untuk pemilihan legislatif tahun ini harus betul betul selektif sesuai keahlian dan kemampuan berfikir jangan asalan contoh :(untuk 5 tahun kedepan tidak boleh pake selebriti yang mencalonkan karena kwalitasnya hanya BADUT dan NGLUCU ) bisanya apa. saya tidak suka seleb and Badut jadi dewan karena pasti tidak bisa.tks dari warga Temanggung.
Dari produk UU yang dibuat oleh DPR (yang sekarang aja lho), senantiasa di uji materi oleh masyarakat melalui MK. Ini merupakan salah satu bukti, bahwa anggota dewan terhormat, memang belum atau tidak mumpuni. Yang salah ya partai yang mengusungnya
wah2..fakta yang TIDAK mengejutkan melihat banyak sekali kejelekan anggota dewan yang terungkap setahun kemaren..
Ah ini sudah fakta.
lumayan, masih ada yang 40% (itu juga kalau bener datanya)
[...] merajalela. Semoga para pemilih sekarang lebih dapat berpikir dan mawas diri dalam memilih calon pemimpin negeri di pilpres [...]
[...] ‘orang pintar’ ? Yang pasti Permadi adalah anggota DPR yang terhormat, eh mantan anggota DPR lebih pasnya. Karena sekarang dia telah mengundurkan diri dari keanggotaan dewan terhormat itu. [...]
Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!


