ss_blog_claim=34b0f86655351bd981f4d411f59dc214

Lowongan CPNS Dosen Poltek UI 2009

Berita baik nih buat para pencari kerja khususnya yang berminat jadi abdi Negara alias Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena di akhir tahun ini, 2009,Departemen Pendidikan Nasional akan membuka lowongan calon pegawai negeri sipil ( CPNS ) melalui Politeknik Negeri Jakarta ( PNJ ). Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) atau yang biasa disebut Politeknik Universitas Indonesia ( Poltek UI ) dahulu kalanya akan menerima calon pegawai negeri sipil, CPNS, sebanyak 18 orang, yang akan ditempatkan sebagai dosen dan teknisi di kampus tersebut.

Pendaftaran untuk menjadi dosen dan teknisi pegawai negeri sipil ( PNS ) di lingkungan Politeknik Negeri Jakarta (Poltek PNJ) akan dimulai pada 14 Oktober 2009 bertempat di gedung Direktorat lantai III Politeknik Negeri Jakarta.  Adapun spesifikasi calon pegawai negeri sipil, cpns dosen dan teknisi, yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :

silahkan liat di website Politeknik Negeri jakarta, PNJ, untuk lebih jelasnya, www.pnj.ac.id

spesifikasi-cpns-dosen-poltekui

Lapindo Akhirnya Menyerah

February 21, 2009 by · 10 Comments
Filed under: Berita, Indonesia, Opini 

Tiga tahun hampir berlalu. Nasib ribuan korban lumpur Lapindo tidak berubah sama sekali. Nasib mereka terus terkatung-katung. Berbagai upaya sudah dilakukan sejumlah pihak untuk menggugat keadilan terhadap para korban lumpur di pengadilan. Tapi semua langkah itu kandas. Penetapan status tersangka pada sejumlah orang yang dinilai bertanggung jawab juga tidak berujung. Presiden SBY pun sudah turun tangan menyelesaikan proses ganti rugi termasuk menegur pemilik Lapindo Brantas, Nirwan Bakrie. Tetapi tampaknya teguran Presiden juga belum dapat menyelesaikan masalah.

lumpur lapindo

Dan kini dengan alasan kesulitan keuangan akibat krisis ekonomi global PT Minarak Lapindo akhirnya menyerah. Pihak Lapindo menyatakan belum bisa menepati janji membayar sisa ganti rugi 80 persen sesuai kesepakatan kepada korban Lumpur di Sidoarjo. Mereka hanya menyanggupi untuk membayar Rp 15 juta per berkas. Yang berarti janji pihak Lapindo dihadapan Presiden dan Wapres beberapa waktu lalu silam hanyalah isapan jempol semata. Dan kini mereka berharap pada pemerintah untuk mau mengambil alih tanggung jawab pembayaran sisa ganti rugi tersebut. Tapi pemerintah dengan tegas mengatakan tak ada lagi dana talangan untuk Lapindo.

Sikap saling lempar antara pemerintah dan pihak Lapindo ini akan semakin membuat nasib para korban Lumpur Lapindo tidak jelas. Para korban lumpur Lapindo harus menanggung akibat yang bukan karena kesalahan mereka.  Kesalahan yang jelas-jelas disebabkan keteledoran. Kesalahan yang sebenarnya bukan karena bencana alam.

Hillary Clinton Dilempari Sepatu?

February 19, 2009 by · 15 Comments
Filed under: Berita, Indonesia, Opini 

Berita tentang kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton ke Indonesia telah menjadi sorotan publik saat ini. Bagaimana tidak, Amerika Serikat adalah Negara yang tindak tanduknya di dunia internasional selalu mengundang kontroversial. Pro-kontra terhadap kebijakan-kebijakan Negara adikuasa tersebut telah menyebar di seluruh dunia. Dan sebagian besar dari sikap dan perilaku Negara yang sulit ‘ditaklukan’ tersebut akan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup Negara lain.

Muntazhar Al Zaidi

Muntazhar Al Zaidi

Kebijakan invasi ekonomi dan militer atas nama perdamaian dan penangkapan teroris diseluruh dunia telah mengakibatkan duka ditanah yang dijajahnya tersebut. Kemarahan dan kebencian penduduk dunia terhadap para pemimpin Amerika Serikat tersebut bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Dari unjuk rasa hingga pelemparan sepatu. Seperti yang telah dilakukan Muntazhar Al Zaidi, wartawan Irak yang telah berani melempar sepatu ke arah Bush, orang nomor satunya AS pada saat itu.

Pergantian kursi kepresidenan Amerika Serikat dari Goerge W Bush ke Barack Obama kemarin sepertinya belum merubah banyak opini masyarakat dunia terhadap AS. Saat ini kunjugan Menlu AS Hillary Clinton ke Indonesia juga telah banyak menuai banyak opini yang bervariasi. Salah satunya adalah pendapat yang mempertanyakan apakah Hillary akan dilempari sepatu juga seperti kejadian di Irak? Dan pelemparan sepatu terhadap Hillary Clinton kemungkinan besar terjadi pada saat jumpa pers. Kira-kira wartawan Indonesia ada yang seberani Muntazhar Al Zaidi tidak ya? Kita tunggu saja deh berita dari media-media nanti.

Iklan PKS Menuai Kontroversi Lagi

February 15, 2009 by · 6 Comments
Filed under: Opini, Politik 

Menurut saya PKS (Partai Keadilan Sejahtera) memang smart dalam hal memancing perhatian umum. Tapi smart disini bukan berarti baik atau bagus untuk sebagian pihak. Setelah sebelumnya PKS juga dihujani kritik karena iklannya yang menobatkan mantan presiden Soeharto sebagai pahlawan nasional Indonesia, kini PKS juga menuai kontroversi untuk iklan politik terbarunya.

Didalam iklan terbarunya tersebut PKS menampilkan beberapa kliping Koran yang ber-headline tentang percekcokan antara pemimpin partai-partai besar. Sebut saja kritikan Megawati yang dibalas dengan pantun oleh SBY. Perseteruan antara Golkar yang merasa dikecilkan oleh pernyataan dari wakil ketua umum Demokrat.

Sudah jelas iklan-iklan PKS yang menuai kontroversi tersebut akan memancing perhatian umum. Dan ini menurut saya adalah strategi yang smart dari pihak PKS. Tapi tentu saja hal-hal yang berbau kontroversi belum tentu baik atau benar. Sehingga penilaian terhadap kampaye suatu partai bukan berdasarkan dari kontroversial.

[Artikel diatas adalah salah satu opini dan tanggapan pribadi saya terhadap dunia perpolitikan negeri yang saat ini sedang diambang pemilu. Saya sendiri berharap negeri ini akan bersih dari kebudayaan politik kotor yang memang sudah mengakar jauh]

Golkar Merasa Dikecilkan

February 12, 2009 by · 7 Comments
Filed under: Opini, Politik 

Setelah sebelumnya terjadi perang kampanye antara PDIP versus Partai Demokrat, kini Partai Demokrat harus menghadapi ‘gugatan’ Partai Golkar yang merasa dikecilkan oleh pasangan koalisinya itu. Ini berasal dari pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, yang bikin gerah para petinggi Golkar termasuk juga Ketua Umumnya, Jusuf Kalla. Menurut berita di media-media massa, Ahmad Mubarok memberi pernyataan bahwa Golkar hanya akan mendapat 2 persen suara pada pemilu legislatif, April nanti. Kubu Golkar menganggap pernyatan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut merupakan pernyataan yang mewakili partai asuhan SBY tersebut.

Suasana politik di Indonesia akhi-akhir ini memang makin memanas. Apalagi hitung mundur menuju pemilu legislatif tinggal 2 bulan lagi. Semoga para elit politik negeri ini tidak membuat keruh suasana kampanye pemilu di negeri ini. Karena memang bukan rahasia umum lagi kalau para elit politik tersebut hanya akan mengorbankan rakyat kebanyakan untuk mencapai tujuan politiknya.

[Artikel diatas adalah salah satu opini dan tanggapan pribadi saya terhadap dunia perpolitikan negeri yang saat ini sedang diambang pemilu. Tanpa ada maksud memojokan atau memihak salah satu politikus maupun kubu politik. Saya sendiri berharap negeri ini akan bersih dari kebudayaan politik kotor yang memang sudah mengakar jauh]

Ponari dan Kegagalan Pemerintah

February 11, 2009 by · 16 Comments
Filed under: Indonesia, Opini 

Pasti sudah pada tahu dong berita tentang seorang anak kecil kelas 3 SD yang diklaim banyak orang sebagai dukun yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Ponari yang saat ini menyandang titel dukun cilik memang menjadi fenomena tersendiri bagi bangsa Indonesia. Dengan teknik pengobatan yang nyeleneh, yaitu dengan hanya mencelupkan batu ‘khusus’ oleh sang dukun cilik Ponari ke air minum yang telah disiapkan oleh calon pasiennya dan kemudian air itu dimaksudkan untuk diminum oleh si pesakit agar dapat sembuh dari berbagai penyakit. Ribuan orang rela mengantri dengan suasana outdoor yang semrawut berdesak-desakan dengan tujuan mendapatkan pelayanan kesehatan murah dan dipercaya manjur tersebut.

Dukun Cilik Ponari sedang digendong sambil mencelupkan batu ke air pasien

Dukun Cilik Ponari sedang digendong sambil mencelupkan batu ke air pasien

Fenomena dukun cilik Ponari menjadi suatu indikasi kegagalan pemerintah Indonesia dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang murah kepada rakyatnya. Terlepas dari kepercayaan mereka yang berobat kepada dukun cilik Ponari tersebut, jika dilihat dari sebagian besar calon pasien dukun cilik Ponari adalah berasal dari kalangan tidak mampu. Mereka yang jumlahnya ribuan dan mempunyai keterbatasan ekonomi tersebut sebagian telah menyerah terhadap tindakan medis kedokteran yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Sedangkan untuk berobat ke dukun cilik Ponari, si pasien hanya ditarik sumbangan sekedarnya dan iuran parkir yang terbilang relatif murah. Ini sudah menjadi bukti kuat kalau pemerintah Indonesia telah gagal memberikan layanan kesehatan yang bermutu bagus dan murah bagi rakyat miskin.

[Artikel diatas adalah salah satu opini dan tanggapan pribadi saya terhadap keadaan negeri ini. Tanpa ada maksud memojokkan atau memihak salah satu pihak. Saya sendiri berharap negeri ini akan dapat menjadi lebih baik dalam hal melayani rakyatnya.]

Intelijen Polri Ternyata Lemah

February 10, 2009 by · 13 Comments
Filed under: Indonesia, Opini 

Intelijen Polri Ternyata Lemah. Kapolri sendiri yang mengaku kalau badan intelijen Polri memang masih lemah dalam kinerjanya. Hal tersebut terkait dengan kegagalan tim dari badan intelejen Polri mendeteksi unjuk rasa anarkis yang berujung pada kematian Ketua DPRD Sumatra Utara minggu kemarin. Padahal fungsi Polri sangat penting dalam urusan sebagai penengah kericuhan yang terjadi di masyarakat.

Bentrokan antara dua perkampungan di Ambon baru-baru ini juga sepertinya juga karena keterlambatan intelijen Polri. Jika sistem intelijennya memang sudah berjalan baik, maka keributan-keributan yang diprovakasi oleh orang yang tak bertanggung jawab tersebut dapat dengan mudah dicegah. Lebih baik mencegah daripada menanggulangi. Ayolah pak Kapolri, perbaiki dulu kinerja badan intelijennya.

Visi dan Misi yang Unik Dari Prabowo

February 9, 2009 by · 4 Comments
Filed under: Opini, Politik 

Barusan nonton JakTV acara ‘Obrolan Politik’ dengan bintang tamunya calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Acara yang dipandu oleh Irma Hutabarat tadi membahas tentang visi dan misi mantan Danjen Kopassus tersebut. Salah satu visinya yang membuat saya tertarik adalah program-program ekonominya yang terlihat memihak kepentingan rakyat kecil. Yaitu larangan kredit bagi pengusaha besar untuk meminjam uang dari bank-bank nasional Indonesia. Menurut Prabowo kredit nantinya diperuntukkan bagi rakyat kecil. Menurut saya idenya Prabowo ini agak nyeleneh, unik dan ekstrem juga.

Satu lagi yang membuat saya kaget, ternyata Prabowo juga menentang pinjaman-pinjaman dari luar negeri. Terutama dari pinjaman dari IMF dan sejenisnya. Dia bilang kalau IMF adalah alat politik Amerika Serikat untuk menekan Negara-negara yang meminjam dana IMF. Untuk yang satu itu saya pribadi setuju banget. Jangan sampe deh IMF masuk lagi ke Indonesia.

[Artikel diatas adalah salah satu opini dan tanggapan pribadi saya terhadap dunia perpolitikan negeri yang saat ini sedang diambang pemilu. Tanpa ada maksud memojokan atau memihak salah satu politikus maupun kubu politik. Saya sendiri berharap negeri ini akan bersih dari kebudayaan politik kotor yang memang sudah mengakar jauh]

Akhirnya Indonesia Ekspor Beras Lagi

February 8, 2009 by · 7 Comments
Filed under: Ekonomi, Opini 

Akhirnya Indonesia kembali akan mengekspor beras. Sudah lama sekali terakhir kali Negara kita melakukan ekspor beras. Soalnya kemarin-kemarin yang ada kita malah impor beras. Beras murah dari pesaing kita datangnya dari Thailand. Thailang memang terkenal sebagai Negara pengekspor beras terbesar di Asia. Indonesia yang luas wilayahnya lebih luas dari Thailand sudah sepantasnya mengambil peran sebagai Negara lumbung padinya asia.

Saya dengar ekspor beras ini akan di koordinir oleh Badan Urusan Logistik (Bulog). Nantinya Bulog akann menunjuk mitra dari perusahaan-perusahaan untuk membantu menjualkan beras Indonesia ke luar negeri. Agak meragukan juga nih kalau dipegang sama Bulog. Soalnya citra institusi buatan jaman orde baru ini terkenal sebagai lumbungnya koruptor Indonesia. Seingat saya dulu para pejabat orde baru menyebut Bulog dengan istilah ‘lahan basah’ alias banyak proyek yang bisa diduitin.

Apalagi pemerintah kali ini akan berencana mengekspor 100 ribu ton beras kualiatas super non- organik ke sejumlah Negara seperti, Jepang, Singapura, Malaysia dan Korea. Pasti akan banyak sekali uang rakyat yang diputar disana, terutama uang petani-petani Indonesia. Semoga saja Bulog sekarang bukan Bulog pada jaman orde baru, tidak ada lagi korupsi disana. Sehingga perekonomian Indonesia dapat sedikit terbantu dari penghasilan ekspor beras kita.

PDIP Sudah Tidak Soekarnois Lagi?

February 2, 2009 by · 12 Comments
Filed under: Opini, Politik 

Pasti sudah pada tahu dong dengan yang namanya Permadi. Orang yang dulu aktif sebagai aktivis PDIP itu dan selalu berbaju hitam. Atau mungkin lebih banyak yang mengenal Permadi sebagai ‘orang pintar’ ? Yang pasti Permadi adalah anggota DPR yang terhormat, eh mantan anggota DPR lebih pasnya. Karena sekarang dia telah mengundurkan diri dari keanggotaan dewan terhormat itu. Tapi berita Permadi mengundurkan diri dari DPR hanyalah berita biasa. Yang agak luar biasa adalah berita kepindahan Permadi dari partai politik pimpinan Megawati, PDIP ke partai politik pimpinan Prabowo Subianto, yaitu Gerindra. Terlepas dari manuver politiknya Permadi, yang membuat kaget saya adalah alasan Permadi kenapa sampai pindah partai tersebut. Ternyata alasan dia karena teman-temannya di PDIP sudah tidak berhaluan Soekarnois lagi. Permadi lebih memilih Prabowo yang menurut dia lebih Soekarnois. Yang bisa diambil kesimpulan oleh saya, bahwa PDIP sudah tidak Soekarnois lagi. Lah terus apa dong kebanggaan PDIP sekarang jika sudah tidak pake tag-nya Soekarno. Setau saya kabanggan simpatisan PDIP hanya pada Ketua Umumnya itu, yang dengan bangga mengatasnamakan dirinya sebagai penerus idealisme Soekarno.

[Artikel diatas adalah salah satu opini dan tanggapan pribadi saya terhadap dunia perpolitikan negeri yang saat ini sedang diambang pemilu. Saya sendiri berharap negeri ini akan bersih dari kebudayaan politik kotor yang memang sudah mengakar jauh]

Next Page »