ss_blog_claim=34b0f86655351bd981f4d411f59dc214

Akhirnya Indonesia Ekspor Beras Lagi

February 8, 2009 by · 7 Comments
Filed under: Ekonomi, Opini 

Akhirnya Indonesia kembali akan mengekspor beras. Sudah lama sekali terakhir kali Negara kita melakukan ekspor beras. Soalnya kemarin-kemarin yang ada kita malah impor beras. Beras murah dari pesaing kita datangnya dari Thailand. Thailang memang terkenal sebagai Negara pengekspor beras terbesar di Asia. Indonesia yang luas wilayahnya lebih luas dari Thailand sudah sepantasnya mengambil peran sebagai Negara lumbung padinya asia.

Saya dengar ekspor beras ini akan di koordinir oleh Badan Urusan Logistik (Bulog). Nantinya Bulog akann menunjuk mitra dari perusahaan-perusahaan untuk membantu menjualkan beras Indonesia ke luar negeri. Agak meragukan juga nih kalau dipegang sama Bulog. Soalnya citra institusi buatan jaman orde baru ini terkenal sebagai lumbungnya koruptor Indonesia. Seingat saya dulu para pejabat orde baru menyebut Bulog dengan istilah ‘lahan basah’ alias banyak proyek yang bisa diduitin.

Apalagi pemerintah kali ini akan berencana mengekspor 100 ribu ton beras kualiatas super non- organik ke sejumlah Negara seperti, Jepang, Singapura, Malaysia dan Korea. Pasti akan banyak sekali uang rakyat yang diputar disana, terutama uang petani-petani Indonesia. Semoga saja Bulog sekarang bukan Bulog pada jaman orde baru, tidak ada lagi korupsi disana. Sehingga perekonomian Indonesia dapat sedikit terbantu dari penghasilan ekspor beras kita.

Jalan-Jalan Naik Pesawat Yuk

January 18, 2009 by · 12 Comments
Filed under: Ekonomi, Opini 

Ada berita baik nih untuk yang suka bepergian keluar kota atau keluar negeri dan biasa menggunakan pesawat terbang. Soalnya harga tiket pesawat Garuda sedang turun. Penurunan harga tiket ini menyusul turunnya harga bahan bakar pesawat, avtur. Harga tiketnya turun hingga 30 persen, lumayan juga ya. Jadi kalau memang mau jalan-jalan menggunakan jasa penerbangan mungkin sekarang-sekarang ini saat yang tepat, mumpung harga tiketnya lagi turun. Soalnya harga baru tiket setelah diturunkan ini tidak dijamin akan stabil di harga baru tersebut. Harga tiket pesawat sangat tergantung dengan harga pasaran minyak mentah dunia. Jika harga minyak dunia kembali naik, maka harga tiket pesawat juga ikutan naik. Tapi kalau harga minyak dunia turun lagi, maka harga tiketnya ikutan turun lagi tidak ya?

Turunnya harga tiket pesawat bukan hanya dilakukan oleh Garuda, perusahaan penerbangan swasta juga akan mulai menurunkan tarif pesawatnya. Tapi harganya akan sangat variatif tiap maskapainya. Tergantung masing-masing kebijakan perusahaan penerbangan yang bersangkutan. Jalan-jalan naik pesawat yukk.. :D

Kok Premiumnya Habis Sih?

January 3, 2009 by surya · 12 Comments
Filed under: Ekonomi, Opini 

Entah kenapa hari ini di beberapa SPBU penjual BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis premium banyak yang kosong. Padahal biasanya di Jakarta jarang sekali terjadi kehabisan stok bensin premium. Di SPBU deket rumah yang biasanya tidak pernah kehabisan stok premiumnya juga kehabisan. Di pintu masuk SPBU tertulis “Bensin Premium Habis”. Waduh, kok premiumnya bisa habis sih? Ada yang borong kah?

Tadinya saya pikir di SPBU dekat rumah saya doang yang habis premiumnya, tapi ternyata saya harus mencari hingga 3 SPBU sampai akhirnya dapet bensin premium. Itupun stoknya tinggal dikit. Untung masih kebagian, soalnya bensin mobil udah tipis banget. Alhamdulillah..

Denger-denger sih katanya harga BBM jenis premium mau turun lagi harganya. Karena saat ini para pengusaha SPBU enggan membeli premium dari pertamina hingga penurunan harga premium terjadi. Soalnya mereka bakalan rugi kalo mereka membeli dengan harga lama tetapi menjual ke konsumen dengan harga baru yang telah turun itu. Tapi masa sih om SBY mo nurunin lagi. Jika berdasarkan harga minyak dunia memang sudah seharusnya harga bensin di Indonesia dibawah lima ribu rupiah alias goceng. Kita tunggu aja deh, kali aja memang beneran turun lagi tuh harga bensinnya. :D

Harga Premium Turun Lagi Gopek

December 15, 2008 by surya · 21 Comments
Filed under: Berita, Ekonomi, Opini, Politik 

Wah akhirnya pemerintahan pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memutuskan juga untuk menurunkan harga BBM jenis solar. Setelah sebelumnya melakukan rapat terbatas di Istana Kepresidenan, kemarin Minggu ( 14 Des 08). Solar yang tadinya dipatok di harga Rp.5.500,- per liternya kini menjadi Rp 4.800 per liter atau turun 700 rupiah. Harga baru tersebut telah efektif tadi malam mulai pukul 24.00 waktu Indonesia bagian barat.

Selain solar, harga BBM jenis premium pun kembali diturunkan gopek (Rp 500,-) menjadi Rp 5.000 per liter. Padahal sebelumnya banyak yang memprediksi pemerintah akan memilih antara premium atau solar yang akan diturunkan harganya. Ternyata harga Premium pun dapat jatah porsi alokasi APBN. Penurunan harga bensin ini adalah yang kedua pada bulan ini, setelah pada 1 Desember 2008 kemarin premium turun gopek. Baru pertama kalinya terjadi nih di negeri ini penurunan harga BBM sampai dua kali dalam sebulan.

Terlepas dari isu politik yang membayangi keputusan SBY untuk menurunkan harga BBM jenis solar dan premium. Memang sudah sepantasnya harga BBM diturunkan karena harga minyak mentah dunia sekarang yang memang sudah jauh dibawah harga minyak dunia pada saat harga premium di Indonesia Rp.4.500,-.

Rupiah dan Dollar

December 2, 2008 by surya · 2 Comments
Filed under: Ekonomi, Indonesia, Opini 

Baru beberapa pekan kemaren kita sempet dikagetkan dengan ditutupnya pasar saham dan modal oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yang disebabkan oleh penurunan drastis Index Harga Saham Gabungan (IHSG). Kemudian disusul dengan merosotnya nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat yang sekarang tembus Rp. 12 ribu per Dollar AS. Harga minyak dunia yang fluktuatif karena pertumbuhan ekonomi dunia yang lambat. Ini semua merupakan imbas dari krisis ekonomi di Negara Adidaya Amerika Serikat. Negara yang baru saja menentukan Mr.Barack Obama sebagai presiden selanjutnya. Presiden yang akan dibebani tanggung jawab untuk membereskan masalah ekonomi negaranya.

Tapi klo dipikir-pikir lagi seharusnya krisis keuangan dan ekonomi yang terjadi di Negara lain tidak mempengaruhi kelangsungan ekonomi Negara kita. Pangkal masalahnya ada di mata uang Dollar Amerika Serikat. Penggunaan mata uang Dollar sebagai alat tukar bertransaksi dengan perusahaan asing maupun lokal. Bahkan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang notabene perusahaan milik Negara menggunakan Dollar US sebagai mata uang ‘resmi’ pada saat belanja untuk memenuhi kebutuhan BUMN tersebut.

Harapan saya sih semoga Indonesia dapat menentukan kebijakan ekonominya sendiri berdasarkan sumber-sumber yang sudah tersedia di Negara kita yang kaya ini. Tapi bukan berarti bertujuan memutuskan hubungan dengan Negara lain. Hanya saja setidaknya kita dapat berswasembada.