Denda 25 Juta Bagi Pemegang KTP Ganda
Hati-hati nih untuk pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) ganda, soalnya akan dikenakan sanksi denda 25 juta rupiah. Ketentuan sanksi denda ini berdasarkan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Hanya saja pemberlakuan sanksi tersebut harus menunggu Peraturan Daerah masing-masing untuk mengatur ketentuan pemberlakuan sanksi tersebut. Untuk di DKI Jakarta saja pemdanya baru akan membuat perda yang mengatur sanksi tersebut. Jadi belum bisa dikatakan berlaku sanksi denda 25 juta nya.
Yang bikin saya heran, kenapa Undang Undang yang ternyata sudah keluar sejak tahun 2006 itu tidak langsung ditindak lanjuti dengan pembuatan Perda. Padahal biasanya Pemda atau Pemprov lebih sering berdalih dengan tidak adanya Undang Undang yang mendasari Perda yang mereka buat. Dengan kata lain program yang daerah canangkan sering tidak didukung oleh Undang Undang. Itu menurut mereka lho. Belum lama ini saja Pemprov DKI baru akan membahas perda untuk menjalankan UU tersebut. Kenapa tidak dari tahun 2006 ya? Heran deh…
Artikel Yang Mungkin Berkaitan :D
Comments
31 Comments on Denda 25 Juta Bagi Pemegang KTP Ganda
-
hilal achmad on
Mon, 12th Jan 2009 16:36
-
torik on
Mon, 12th Jan 2009 18:43
-
Artha on
Mon, 12th Jan 2009 19:14
-
Hejis on
Mon, 12th Jan 2009 20:05
-
imcw on
Mon, 12th Jan 2009 20:14
-
BlogSigit on
Mon, 12th Jan 2009 22:34
-
Sofwan on
Mon, 12th Jan 2009 23:01
-
suwung on
Mon, 12th Jan 2009 23:42
-
Mahendra on
Tue, 13th Jan 2009 01:17
-
pakde on
Tue, 13th Jan 2009 07:24
-
mierz on
Tue, 13th Jan 2009 07:38
-
zoel on
Tue, 13th Jan 2009 07:49
-
dikma on
Tue, 13th Jan 2009 10:30
-
HeLL-dA on
Tue, 13th Jan 2009 11:37
-
omiyan on
Tue, 13th Jan 2009 11:59
-
omiyan on
Tue, 13th Jan 2009 12:00
-
rizoa on
Tue, 13th Jan 2009 14:20
-
easy on
Tue, 13th Jan 2009 17:07
-
alifahru on
Tue, 13th Jan 2009 17:17
-
danu on
Tue, 13th Jan 2009 20:30
-
harianku on
Tue, 13th Jan 2009 20:43
-
Rian Xavier on
Tue, 13th Jan 2009 21:04
-
Rita on
Tue, 13th Jan 2009 21:07
-
munawar am on
Tue, 13th Jan 2009 22:25
-
sawali tuhusetya on
Tue, 13th Jan 2009 22:37
-
therunk on
Tue, 13th Jan 2009 22:39
-
fenny on
Wed, 14th Jan 2009 00:40
-
geblek on
Wed, 14th Jan 2009 01:45
-
anca on
Wed, 14th Jan 2009 07:24
-
hawee on
Wed, 14th Jan 2009 08:12
-
gunginzirotorozuketat on
Fri, 13th Nov 2009 20:34
hmmm .. hukum akan selalu sia sia jika tidak ada law enforcement …
ini makanan empuk buat pak pulisi ..nanti kalau ketangkep ..”mau damai mas ? dari pada 25jt, sama saya cuman 2.5 juta, atau 250k aja deh kalau nggak punya uang, ya udah deh 25 ribu ajah !!
wah mantep juga ya…!
bagus tuh kalo begitu…
jadi ga sembarangan orang punya KTP 2
beruntung punya katepe hanya satu, itupun kemaren lupa memperpanjang, taunya saat mau digunakan pelengkap hostingan eh ternyata sudah kadaluarsa
[1] seperti biasa, UU di negara kita sering menjadi macan kertas yang hanya menggertak tak memiliki kekuatan. Kalau pun sebuah UU diberlakukan tidak pernah bisa menjangkau seluruh warga negara. Paling2 rakyat yang lemah yang kena hukuman. Sebagian besar memang faktanya seperti ini. Jangankan yang perangkat pelaksanaannya yang belum ada (PP atau Perda), yang sudah lengkap pun pemerintah kedodoran melaksanakannya. Sebetulnya bila UU yang sudah kita miliki saja, misalnya tanpa membuat produk hukum yang baru, maka Indonesia pasti lebih maju 2 atau 3 atau bahkan lebih banyak lagi, daripada kemajuan yang ada sekarang. Masalahnya adalah setiap rezim pemerintah kita tak pernah bisa mengawal dan menjalankan UU. Penegak hukum, terutama, tak pernah bekerja dengan menyenangkah hati rakyat.
[2] KTP di negara mana pun, terutama yang sudah tertib, menjadi dokumen yang amat penting karena dapat dikaitkan dengan urusan2 lain yang strategis, misalnya data kependudukan, pajak, kepegawaian, urusan perbankan, urusan penyakit, kejahatan, pembangunan berbagai bidang, dll. Untuk itu perlu KTP nasional yang online di seluruh wilayah Indonesia, bukan bersifat daerah-daerah. Kalau masih spt ini, jelas akan banyak orang yang memiliki KTP ganda. Pemegang KTP ganda adalah orang2 yang mencari kemudahan tanpa menyadari tindakannya itu mengacaukan administrasi publik dan kebijakan publik. Jadi wajar bila pemerintah menganggap kepemilikan KTP ganda sebagai tindakan kriminal yang perlu dikenai sanksi. Tentu saja ini mesti diimbangi dengan pelayanan pembuatan KTP yang mudah tidak malah dipersulit agar menjadi sumber penghasilan petugas2 tertentu.
Untungnya KTP saya cuma satu dan saya tidak tinggal di Jakarta.
koq tambah serem…
gak punya ktp salah…
punya ktp dua salah….
ngurus ktp kadang susah………
cape deh……
Idealnya sich harus begitu, kalau bisa seperti di Malaysia aja dibuat. Satu kartu untuk semua. KTP, ATM, NPWP, dll
duh gimana nyembunyiinya ya
makasih infonya bos
O lama…, yang seperti ini selalu saja terulang lagi. Tata Perundangan kita tak pernah bisa serta merta menderivasi dari ketetapan hukum yang lebih tinggi ke ketetapan hukum dibawahnya.
Prinsipnya kerja birokrasi di negara ini…, “kalau bisa dipersulit kenapa dibuat gampang…” “Kalau bisa diperlama kenapa harus cepat-cepat…”
Tabik….
Saya membayangkan yang punya KTP 4. Dua buah KTP aja dendanya segitu. Yang susah adalah mencari orang yang punya KTP 2 ini seperti apa? Karena dipastikan semua orang akan nmengatakan KTPnya cuman satu. Alesannya daripada kena denda…kan repot. Kemaruk amat punya KTP koq bisa banyak….weleh weleh
waaah, padahal aku berencana bikin KTP sama pak satpam kantor, mo bikin SIM..
kalo tau gini, gak jadi ah, bikin SIM di rumah aja
klau g’ sanggup bayar gimana mas?
uangnya harus masuk ke kas negara dunk ??
gmana mas
Saya malah tidak punya KTP, Pak.
![]()
Ntar deh kalo’ dah ada duit baru ngurusnya.
25 juta gpp deh paling diskon jadi 2,5 juta….hehehehe
buat saya masalah denda baik masalah ktp ganda atau tilang kenapa tidak dilakukan tempat pembayaran yang syah yaitu bank/pos yang ditunjuk karena dengan cara gini akan lebih efektif mengurangi korupsi…..dan saya pengennya agar instansi yang melakukan pelayanan publik TIDAK DIBENARKAN
25 juta gpp deh paling diskon jadi 2,5 juta….hehehehe
buat saya masalah denda baik masalah ktp ganda atau tilang kenapa tidak dilakukan tempat pembayaran yang syah yaitu bank/pos yang ditunjuk karena dengan cara gini akan lebih efektif mengurangi korupsi…..dan saya pengennya agar instansi yang melakukan pelayanan publik TIDAK DIBENARKAN menerima pembayaran dari masyarakat kecuali Pos?bank itu tadi…..
serem… dulu aku pas mau bikin ktp kan telat 2taon tuh suru buat surat pernyataaan sgala,,, hii
whattt ??
KTP ku ada 3.
bangka, jogja, dan palembang
aku malah gak punya ktp om…hilang >)
biasa mas, ladang korupsi
saya setuju dengan pemberlakuan UU dalam Administrasi Kependudukan, biasanya memang para pengusaha yang nakal sering kali melakukan hal ini, untuk menutupi pajak dari pemerintah, seperti layaknya bos saya dulu.
KTP saya masih satu. hehehe.
mau informasi nih. Blog saya sudah pindah dari wordpress ke blog baru d-revoz.com. jangan lupa kunjung yach. (^_^)
Hiahaha…. tuw mas Hilal bisa ajaaa….
Mungkin karena sibuk mengurusi undang2 fornografi mas hehe….Waktunya tersita kita tersita ma majalah “aduhai” playboyy..:D
Aku wong ndeso….., emoh ke Jakarta….
salam kenal, terima kasih telah berkunjung ke blog saya.
semoga saja aturan itu bisa konsisten ditegakkan, mas.
jah.. memang begitu mas pemerintahan indonesia..
amburadul hehehe
katepe saya duwaaa.. huwaaaaaaaaaaaa
wow ngeri, lasaya gmn, padahal saya ada 2 ktp jawa sama batam
dibatam kalao ndak punya ktp akan susah hidup
lakalau ndak ada ktp jawa kalao plg ke jawa gmn halah
percayalah di Indonesi dan negara ketiga lainnya hal beginian masih mustahil buat diterapkan. eNtah kenapa?saya juga heran. FYI, saya punya dua KTP, satu makassar satunya lagi Jakarta, itu waktu mau urus kerja dan ijin praktek di klinik. Kalau petugasnya tegas dan profesional -tidak birokrasi- hal ini ga akan terjadi
bikin katepe aja susah, apalagi mau punya 2…untung saya gak tinggal di DKI
kasihan yang belum punya rumah,.kontrakannya pindah pindah,ktpnya gimana ya,,,bisa bisa didenda 100 juta jika pindah empat kali
Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!


