ss_blog_claim=34b0f86655351bd981f4d411f59dc214

Denda 25 Juta Bagi Pemegang KTP Ganda

January 12, 2009 by
Filed under: Opini 

Hati-hati nih untuk pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) ganda, soalnya akan dikenakan sanksi denda 25 juta rupiah. Ketentuan sanksi denda ini berdasarkan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Hanya saja pemberlakuan sanksi tersebut harus menunggu Peraturan Daerah masing-masing untuk mengatur ketentuan pemberlakuan sanksi tersebut. Untuk di DKI Jakarta saja pemdanya baru akan membuat perda yang mengatur sanksi tersebut. Jadi belum bisa dikatakan berlaku sanksi denda 25 juta nya.

Yang bikin saya heran, kenapa Undang Undang yang ternyata sudah keluar sejak tahun 2006 itu tidak langsung ditindak lanjuti dengan pembuatan Perda. Padahal biasanya Pemda atau Pemprov lebih sering berdalih dengan tidak adanya Undang Undang yang mendasari Perda yang mereka buat. Dengan kata lain program yang daerah canangkan sering tidak didukung oleh Undang Undang. Itu menurut mereka lho. Belum lama ini saja Pemprov DKI baru akan membahas perda untuk menjalankan UU tersebut. Kenapa tidak dari tahun 2006 ya? Heran deh…

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :D

Comments

31 Comments on Denda 25 Juta Bagi Pemegang KTP Ganda

  1. hilal achmad on Mon, 12th Jan 2009 16:36
  2. hmmm .. hukum akan selalu sia sia jika tidak ada law enforcement …
    ini makanan empuk buat pak pulisi ..nanti kalau ketangkep ..”mau damai mas ? dari pada 25jt, sama saya cuman 2.5 juta, atau 250k aja deh kalau nggak punya uang, ya udah deh 25 ribu ajah !!

  3. torik on Mon, 12th Jan 2009 18:43
  4. wah mantep juga ya…!

    bagus tuh kalo begitu…

    jadi ga sembarangan orang punya KTP 2

  5. Artha on Mon, 12th Jan 2009 19:14
  6. beruntung punya katepe hanya satu, itupun kemaren lupa memperpanjang, taunya saat mau digunakan pelengkap hostingan eh ternyata sudah kadaluarsa :)

  7. Hejis on Mon, 12th Jan 2009 20:05
  8. [1] seperti biasa, UU di negara kita sering menjadi macan kertas yang hanya menggertak tak memiliki kekuatan. Kalau pun sebuah UU diberlakukan tidak pernah bisa menjangkau seluruh warga negara. Paling2 rakyat yang lemah yang kena hukuman. Sebagian besar memang faktanya seperti ini. Jangankan yang perangkat pelaksanaannya yang belum ada (PP atau Perda), yang sudah lengkap pun pemerintah kedodoran melaksanakannya. Sebetulnya bila UU yang sudah kita miliki saja, misalnya tanpa membuat produk hukum yang baru, maka Indonesia pasti lebih maju 2 atau 3 atau bahkan lebih banyak lagi, daripada kemajuan yang ada sekarang. Masalahnya adalah setiap rezim pemerintah kita tak pernah bisa mengawal dan menjalankan UU. Penegak hukum, terutama, tak pernah bekerja dengan menyenangkah hati rakyat.
    [2] KTP di negara mana pun, terutama yang sudah tertib, menjadi dokumen yang amat penting karena dapat dikaitkan dengan urusan2 lain yang strategis, misalnya data kependudukan, pajak, kepegawaian, urusan perbankan, urusan penyakit, kejahatan, pembangunan berbagai bidang, dll. Untuk itu perlu KTP nasional yang online di seluruh wilayah Indonesia, bukan bersifat daerah-daerah. Kalau masih spt ini, jelas akan banyak orang yang memiliki KTP ganda. Pemegang KTP ganda adalah orang2 yang mencari kemudahan tanpa menyadari tindakannya itu mengacaukan administrasi publik dan kebijakan publik. Jadi wajar bila pemerintah menganggap kepemilikan KTP ganda sebagai tindakan kriminal yang perlu dikenai sanksi. Tentu saja ini mesti diimbangi dengan pelayanan pembuatan KTP yang mudah tidak malah dipersulit agar menjadi sumber penghasilan petugas2 tertentu.

  9. imcw on Mon, 12th Jan 2009 20:14
  10. Untungnya KTP saya cuma satu dan saya tidak tinggal di Jakarta. :)

  11. BlogSigit on Mon, 12th Jan 2009 22:34
  12. koq tambah serem…
    gak punya ktp salah…
    punya ktp dua salah….
    ngurus ktp kadang susah………

    cape deh……

  13. Sofwan on Mon, 12th Jan 2009 23:01
  14. Idealnya sich harus begitu, kalau bisa seperti di Malaysia aja dibuat. Satu kartu untuk semua. KTP, ATM, NPWP, dll

  15. suwung on Mon, 12th Jan 2009 23:42
  16. duh gimana nyembunyiinya ya
    makasih infonya bos

  17. Mahendra on Tue, 13th Jan 2009 01:17
  18. O lama…, yang seperti ini selalu saja terulang lagi. Tata Perundangan kita tak pernah bisa serta merta menderivasi dari ketetapan hukum yang lebih tinggi ke ketetapan hukum dibawahnya.

    Prinsipnya kerja birokrasi di negara ini…, “kalau bisa dipersulit kenapa dibuat gampang…” “Kalau bisa diperlama kenapa harus cepat-cepat…”

    Tabik…. ;)

  19. pakde on Tue, 13th Jan 2009 07:24
  20. Saya membayangkan yang punya KTP 4. Dua buah KTP aja dendanya segitu. Yang susah adalah mencari orang yang punya KTP 2 ini seperti apa? Karena dipastikan semua orang akan nmengatakan KTPnya cuman satu. Alesannya daripada kena denda…kan repot. Kemaruk amat punya KTP koq bisa banyak….weleh weleh

  21. mierz on Tue, 13th Jan 2009 07:38
  22. waaah, padahal aku berencana bikin KTP sama pak satpam kantor, mo bikin SIM..
    kalo tau gini, gak jadi ah, bikin SIM di rumah aja :(

  23. zoel on Tue, 13th Jan 2009 07:49
  24. klau g’ sanggup bayar gimana mas?

  25. dikma on Tue, 13th Jan 2009 10:30
  26. uangnya harus masuk ke kas negara dunk ??
    gmana mas

  27. HeLL-dA on Tue, 13th Jan 2009 11:37
  28. Saya malah tidak punya KTP, Pak.
    :(
    Ntar deh kalo’ dah ada duit baru ngurusnya.

  29. omiyan on Tue, 13th Jan 2009 11:59
  30. 25 juta gpp deh paling diskon jadi 2,5 juta….hehehehe

    buat saya masalah denda baik masalah ktp ganda atau tilang kenapa tidak dilakukan tempat pembayaran yang syah yaitu bank/pos yang ditunjuk karena dengan cara gini akan lebih efektif mengurangi korupsi…..dan saya pengennya agar instansi yang melakukan pelayanan publik TIDAK DIBENARKAN

  31. omiyan on Tue, 13th Jan 2009 12:00
  32. 25 juta gpp deh paling diskon jadi 2,5 juta….hehehehe

    buat saya masalah denda baik masalah ktp ganda atau tilang kenapa tidak dilakukan tempat pembayaran yang syah yaitu bank/pos yang ditunjuk karena dengan cara gini akan lebih efektif mengurangi korupsi…..dan saya pengennya agar instansi yang melakukan pelayanan publik TIDAK DIBENARKAN menerima pembayaran dari masyarakat kecuali Pos?bank itu tadi…..

  33. rizoa on Tue, 13th Jan 2009 14:20
  34. serem… dulu aku pas mau bikin ktp kan telat 2taon tuh suru buat surat pernyataaan sgala,,, hii

  35. easy on Tue, 13th Jan 2009 17:07
  36. whattt ??
    KTP ku ada 3.
    bangka, jogja, dan palembang :(

  37. alifahru on Tue, 13th Jan 2009 17:17
  38. aku malah gak punya ktp om…hilang >)

  39. danu on Tue, 13th Jan 2009 20:30
  40. biasa mas, ladang korupsi :D

  41. harianku on Tue, 13th Jan 2009 20:43
  42. saya setuju dengan pemberlakuan UU dalam Administrasi Kependudukan, biasanya memang para pengusaha yang nakal sering kali melakukan hal ini, untuk menutupi pajak dari pemerintah, seperti layaknya bos saya dulu.

  43. Rian Xavier on Tue, 13th Jan 2009 21:04
  44. KTP saya masih satu. hehehe. :-P

    mau informasi nih. Blog saya sudah pindah dari wordpress ke blog baru d-revoz.com. jangan lupa kunjung yach. (^_^)

  45. Rita on Tue, 13th Jan 2009 21:07
  46. Hiahaha…. tuw mas Hilal bisa ajaaa….
    Mungkin karena sibuk mengurusi undang2 fornografi mas hehe….Waktunya tersita kita tersita ma majalah “aduhai” playboyy..:D

  47. munawar am on Tue, 13th Jan 2009 22:25
  48. Aku wong ndeso….., emoh ke Jakarta….
    salam kenal, terima kasih telah berkunjung ke blog saya.

  49. sawali tuhusetya on Tue, 13th Jan 2009 22:37
  50. semoga saja aturan itu bisa konsisten ditegakkan, mas.

  51. therunk on Tue, 13th Jan 2009 22:39
  52. jah.. memang begitu mas pemerintahan indonesia..
    amburadul hehehe

  53. fenny on Wed, 14th Jan 2009 00:40
  54. katepe saya duwaaa.. huwaaaaaaaaaaaa

  55. geblek on Wed, 14th Jan 2009 01:45
  56. wow ngeri, lasaya gmn, padahal saya ada 2 ktp jawa sama batam :) dibatam kalao ndak punya ktp akan susah hidup :) lakalau ndak ada ktp jawa kalao plg ke jawa gmn halah

  57. anca on Wed, 14th Jan 2009 07:24
  58. percayalah di Indonesi dan negara ketiga lainnya hal beginian masih mustahil buat diterapkan. eNtah kenapa?saya juga heran. FYI, saya punya dua KTP, satu makassar satunya lagi Jakarta, itu waktu mau urus kerja dan ijin praktek di klinik. Kalau petugasnya tegas dan profesional -tidak birokrasi- hal ini ga akan terjadi

  59. hawee on Wed, 14th Jan 2009 08:12
  60. bikin katepe aja susah, apalagi mau punya 2…untung saya gak tinggal di DKI

  61. gunginzirotorozuketat on Fri, 13th Nov 2009 20:34
  62. kasihan yang belum punya rumah,.kontrakannya pindah pindah,ktpnya gimana ya,,,bisa bisa didenda 100 juta jika pindah empat kali

Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





Readers who viewed this page, also viewed: