Golkar Merasa Dikecilkan
Setelah sebelumnya terjadi perang kampanye antara PDIP versus Partai Demokrat, kini Partai Demokrat harus menghadapi ‘gugatan’ Partai Golkar yang merasa dikecilkan oleh pasangan koalisinya itu. Ini berasal dari pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Ahmad Mubarok, yang bikin gerah para petinggi Golkar termasuk juga Ketua Umumnya, Jusuf Kalla. Menurut berita di media-media massa, Ahmad Mubarok memberi pernyataan bahwa Golkar hanya akan mendapat 2 persen suara pada pemilu legislatif, April nanti. Kubu Golkar menganggap pernyatan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut merupakan pernyataan yang mewakili partai asuhan SBY tersebut.
Suasana politik di Indonesia akhi-akhir ini memang makin memanas. Apalagi hitung mundur menuju pemilu legislatif tinggal 2 bulan lagi. Semoga para elit politik negeri ini tidak membuat keruh suasana kampanye pemilu di negeri ini. Karena memang bukan rahasia umum lagi kalau para elit politik tersebut hanya akan mengorbankan rakyat kebanyakan untuk mencapai tujuan politiknya.
[Artikel diatas adalah salah satu opini dan tanggapan pribadi saya terhadap dunia perpolitikan negeri yang saat ini sedang diambang pemilu. Tanpa ada maksud memojokan atau memihak salah satu politikus maupun kubu politik. Saya sendiri berharap negeri ini akan bersih dari kebudayaan politik kotor yang memang sudah mengakar jauh]
Artikel Yang Mungkin Berkaitan :D
Comments
7 Comments on Golkar Merasa Dikecilkan
-
Jafar Soddik on
Thu, 12th Feb 2009 20:57
-
Ersis Warmansyah Abbas on
Thu, 12th Feb 2009 23:41
-
shalimow.com on
Fri, 13th Feb 2009 05:40
-
munawar am on
Fri, 13th Feb 2009 16:24
-
wahyu on
Fri, 13th Feb 2009 16:56
-
jogjalink on
Wed, 18th Feb 2009 20:44
-
etikush on
Sat, 21st Feb 2009 10:21
Politik ya. Saya pribadi sih menganggap mereka yang mengaku pekerjaannya politikus bukanlah seorang yang ‘menepati perkataannya’. Hari ini mereka berkata si A adalah teman koalisinya si B namun di kemudian hari mereka berpisah dan si A memilih si C, sementara si B memilih si D.
Tidak ada kawan dan lawan yang abadi dalam dunia politik. Jadi apapun yang mereka ucapkan hari ini belum tentu akan bertahan lama. Dan buat saya pribadi apapun yang mereka ucapkan tidak berpengaruh terhadap citra buruk mereka sebagai pengobral janji. Hehe.
Politik ditangan politikus sering memolitiki kita yang bukan orang politik. Berhati-hatilah. Politik adalah alat, bukan tujuan, demi kemakmuran dan kesejahteraan bersama, bukan kepentingan golongan. Salam.
salam kenal
wah politik memang selalu menyajikan dinamika untuk saling menguasai, saling menghegomoni, saling menghujat, saling menyikut, dll dengan segala ekspresinya mulai yang sopan sampai yang XXX
thanks bos
kita ini sdh bozan dengan perang kata-kata elite politik….
kita ini sudah semakin paham arah dan tujuan politik…
kita ini masih saja ditingalkan oleh perkembangan politik yang muaranya tdk memihak rakyat….
————
BTW, link Opini Soerdjak sudah saya pasang di pag links \1 blog saya; terima kasih jika berkenan untuk berbagi link.
———–
salam.
Wah, tapi Pak SBY gk mau blg maaf. Kata² maaf nya cm tersirat. Hihihii…
(aku ikut dengerin jg lho pidatonya pak Sby)
buat saya sih, pemilu adalah ajang rebutan pepesan kosong.
ajang buang2 duit……..
“Karena memang bukan rahasia umum lagi”
bukan rahasia umum? trus rahasia siapa dunkz?
Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!


