ss_blog_claim=34b0f86655351bd981f4d411f59dc214

Kok Premiumnya Habis Sih?

January 3, 2009 by surya
Filed under: Ekonomi, Opini 

Entah kenapa hari ini di beberapa SPBU penjual BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis premium banyak yang kosong. Padahal biasanya di Jakarta jarang sekali terjadi kehabisan stok bensin premium. Di SPBU deket rumah yang biasanya tidak pernah kehabisan stok premiumnya juga kehabisan. Di pintu masuk SPBU tertulis “Bensin Premium Habis”. Waduh, kok premiumnya bisa habis sih? Ada yang borong kah?

Tadinya saya pikir di SPBU dekat rumah saya doang yang habis premiumnya, tapi ternyata saya harus mencari hingga 3 SPBU sampai akhirnya dapet bensin premium. Itupun stoknya tinggal dikit. Untung masih kebagian, soalnya bensin mobil udah tipis banget. Alhamdulillah..

Denger-denger sih katanya harga BBM jenis premium mau turun lagi harganya. Karena saat ini para pengusaha SPBU enggan membeli premium dari pertamina hingga penurunan harga premium terjadi. Soalnya mereka bakalan rugi kalo mereka membeli dengan harga lama tetapi menjual ke konsumen dengan harga baru yang telah turun itu. Tapi masa sih om SBY mo nurunin lagi. Jika berdasarkan harga minyak dunia memang sudah seharusnya harga bensin di Indonesia dibawah lima ribu rupiah alias goceng. Kita tunggu aja deh, kali aja memang beneran turun lagi tuh harga bensinnya. :D

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :D

Comments

12 Comments on Kok Premiumnya Habis Sih?

  1. Pencerah on Sun, 4th Jan 2009 00:54
  2. Curang bgt ya pengusaha itu. Kemarin2 pas harga bbm naek mereka dpt untuk, pas mau turun mlh ngambeg

  3. albri on Sun, 4th Jan 2009 03:25
  4. semoga turun lagi mas, mari amin bersama

  5. Eljaholic on Sun, 4th Jan 2009 09:26
  6. Amieennnnn.. ikut mendoakan agar turun lagi :p

  7. Mahendra on Sun, 4th Jan 2009 12:32
  8. Akan menjadi lucu kalau pemerintah tidak menurunkan harga BBM. Masak harga BBM kita lebih mahal daripada di Amerika sementara daya beli kita lebih rendah daripada Amerika.

    Masalahnya penetapan harga walaupun prerogatif pemerintah, pada prakteknya tetap saja tata niaganya diatur oleh sekelompok mafia seperti halnya juga komoditi-komoditi yang lain. Karena pada akhirnya hukum pasar supply dan demand yang berlaku.

    Sekalipun harga turun tapi supply barangnya berkurang sementara demandnya tetap, pada akhirnya harga pasar tetap akan tinggi.

    Inilah resiko ekonomi pasar yang menyerahkan segalanya pada pasar. Walhasil, siapa yang punya uang yang ngatur pasar. Yang gak punya…, silakan gigit jari…. ;)

  9. mye on Sun, 4th Jan 2009 12:56
  10. hi soerdjak

    thanks for visiting and commenting on blog appetite. i hope you already know i gave you an award the other day. if you haven’t seen it, see details on my site.

    thanks again.

  11. alifahru on Sun, 4th Jan 2009 16:27
  12. harusnya bensin memang turun harganya….tapi kok pakai acara kehabisan setok segala.. :)

  13. zoel on Sun, 4th Jan 2009 17:28
  14. kenapa habis… karena ada yang beli pak :D

  15. - s L i K e R s - on Mon, 5th Jan 2009 00:44
  16. Tuh habis gara2 diborong sama mas zoel, xixixixi :p

  17. Rian Xavier on Mon, 5th Jan 2009 23:03
  18. Hehehe.. Habis itu sudah biasa.

  19. kodil on Tue, 6th Jan 2009 13:01
  20. itulah pengusaha mas…mau untung melulu..ngak mau rugi…padahal mereka sebenarnya juga ngak rugi koq sebab pertamina juga melakukan konpensasi terhadap harga penurunan tersebut. salam kenal mas…bole tukeran link ngak mas?

  21. kyai slamet on Wed, 7th Jan 2009 23:21
  22. seru menyimak adu komentar antara presiden, wapres dan dirut pertamina :D

    [...] Pertamina saat ini memang menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya terjadi beberapa kali kelangkaan BBM di beberapa daerah, dan disusul dengan kejadian kebakaran salah satu tangki penyimpan premiumnya di [...]

Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





Readers who viewed this page, also viewed: