Ponari dan Kegagalan Pemerintah
Pasti sudah pada tahu dong berita tentang seorang anak kecil kelas 3 SD yang diklaim banyak orang sebagai dukun yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Ponari yang saat ini menyandang titel dukun cilik memang menjadi fenomena tersendiri bagi bangsa Indonesia. Dengan teknik pengobatan yang nyeleneh, yaitu dengan hanya mencelupkan batu ‘khusus’ oleh sang dukun cilik Ponari ke air minum yang telah disiapkan oleh calon pasiennya dan kemudian air itu dimaksudkan untuk diminum oleh si pesakit agar dapat sembuh dari berbagai penyakit. Ribuan orang rela mengantri dengan suasana outdoor yang semrawut berdesak-desakan dengan tujuan mendapatkan pelayanan kesehatan murah dan dipercaya manjur tersebut.

Dukun Cilik Ponari sedang digendong sambil mencelupkan batu ke air pasien
Fenomena dukun cilik Ponari menjadi suatu indikasi kegagalan pemerintah Indonesia dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang murah kepada rakyatnya. Terlepas dari kepercayaan mereka yang berobat kepada dukun cilik Ponari tersebut, jika dilihat dari sebagian besar calon pasien dukun cilik Ponari adalah berasal dari kalangan tidak mampu. Mereka yang jumlahnya ribuan dan mempunyai keterbatasan ekonomi tersebut sebagian telah menyerah terhadap tindakan medis kedokteran yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Sedangkan untuk berobat ke dukun cilik Ponari, si pasien hanya ditarik sumbangan sekedarnya dan iuran parkir yang terbilang relatif murah. Ini sudah menjadi bukti kuat kalau pemerintah Indonesia telah gagal memberikan layanan kesehatan yang bermutu bagus dan murah bagi rakyat miskin.
[Artikel diatas adalah salah satu opini dan tanggapan pribadi saya terhadap keadaan negeri ini. Tanpa ada maksud memojokkan atau memihak salah satu pihak. Saya sendiri berharap negeri ini akan dapat menjadi lebih baik dalam hal melayani rakyatnya.]
Artikel Yang Mungkin Berkaitan :D
Comments
16 Comments on Ponari dan Kegagalan Pemerintah
-
zoel on
Wed, 11th Feb 2009 08:34
-
Hejis on
Wed, 11th Feb 2009 08:53
-
ami on
Wed, 11th Feb 2009 09:29
-
tetetzet on
Wed, 11th Feb 2009 14:04
-
pakde on
Wed, 11th Feb 2009 14:53
-
omiyan on
Wed, 11th Feb 2009 15:13
-
naufalaziz on
Wed, 11th Feb 2009 17:05
-
sawali tuhusetya on
Wed, 11th Feb 2009 18:27
-
Danta on
Wed, 11th Feb 2009 19:10
-
pututik on
Wed, 11th Feb 2009 19:30
-
syamsul hadi on
Wed, 11th Feb 2009 23:57
-
Diah on
Thu, 12th Feb 2009 12:45
-
dazzling on
Thu, 12th Feb 2009 13:13
-
suroso on
Sat, 14th Feb 2009 12:51
-
etikush on
Sat, 21st Feb 2009 10:24
-
ernalita on
Fri, 20th Mar 2009 06:41
klau saja pemrintah bisa pelayanan kesehatan murah tapi bukan murahan mungkin g’ seperti ituhh
Sedih banget. Bukan hanya karena banyaknya orang yang sakit, melainkan juga kondisi pendidikan yang rendah, persepsi terhadap pengobatan yang keliru, ekonomi yang sulit, dan kebijakan publik yang tak memihak rakyat.
mungkin ngga ya, orang2 tetap percaya dan atau makin lama makin banyak yang menyadari bahwa kekuatan alam lebih baik daripada bahan kimiawi. hlaaaah
hmm.. opini yang bagus om.. salam kenal dari pemula
Nampaknya ini pelajaran berharga untuk Team Medis dan Dinas Kesehatan di Negeri ini, Termasuk Ulama di Indonesia.
Ada pelajaran dan hikmah yang harus di ambil disini.
Wong cilik Ndeso umum percaya yang begini ketimbang PUSKESMAS. Ya Toh…ini Realita yang belum menemukan progress.
memprihatinkan emang kondisi rakyat kita membutuhkan pengobatan yang murah tapi sayangnya RS sekarang lebih condong ke Provit
Ya betul juga kalo pemerintah belum bisa memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik bagi rakyatnya. Namun, diluar kekurangan pemerintah tsb, fenomena pengobatan alternatif macam ini memang sudah membudaya di masyarakat kita. Pilihannya kembali kepada masyarakat kita.
Ada yang mampu berobat sampai ke beberapa rumah sakit terkemuka… eh sembuhnya sama shinshe..
ya, ya, saya sepakat banget dg mas soerdjak. menyaksikan fenomen si ponari, kita bisa menyaksikan betapa pemerintah kita telah ditunjukkan dg fakta nyata lewat ponari bahwa selama ini banyak rakyat kecil yang ndak sanggup berobat lantaran minimnya perhatian pemerintah terhadap pelayanan kesehatan publik.
Ironi sekali.. Indonesia.. Indonesia.. ckckckckckckckck..
tapi saya mohon maaf lho, selain masyarakat merasa berat dengan biaya pengobatan yang disediakan rumah kesehatan pemerintah maupun swasta. Itu juga karena kita ini belum bisa meluruskan mengenai klenik, padahal mereka pernah baca yang namanya perdukunan itu dosa. Tapi saking bodhonya ya dianggap nggak dosa yang penting sembuh.
Semoga lekas kembali bisa bermanfaat buat yang lain.
Sapa se yang mau memanfaatkan anak kecil? karena kami miskin dan bodoh atau kami ngerti tapi miskin pol
Saya mempunyai pendapat yang lain. Jaman ini sudah sedemikian mencekoki manusia dengan logika yang berdalih agama sesuai dengan logika. Ingat.. logika itu makanan otak, makanan hati diantaranya adalah mukjizat. Ingin rasanya keajaiban dari Ponari itu mengingatkan kita semua bahwa selain logika, ada hal lain yang tidak bisa dilogika, dan hanya hati yang bening yang dapat melihat kebenaran itu.
Ponari
Ibarat org jawa bilang “pemerintah di culek” dengan aksi sosial yg dilakukan ponari
khususnya team medis .Intinya org pingin cepat sembuh ..mungkin karena sugesti kuat sembuh akhirnya sembuh total.Sudah nggak mikir nalar lagi …
Mungkin ini yang dinamakan sedikit mukjizat lewat tangan mungil dan kecil.
i absolutely agree with the new phenomena in our country. and i wish forward many unpredictable phenomenal situation that are can give positive side to our country and can support our national development
Sebuah Sikap Terhadap Fenomena Dukun Ponari
Bila saya ikuti perkembangan kehebohan dukun Ponari, dan bias yg ditimbulkan di masyarakat. Maka ada beberapa hal yg bisa kita petik disini.
1. Pertama adalah, pukulan berat pada pemerintah dimana disitu bisa kita lihat bahwa pemerintah tidak bisa memberikan fasilitas kesehatan yg layak dan terjangkau oleh rakyatnya. Padahal kesehatan adalah merupakan Hak Azasi atau hak mendasar dalam hidup. Atau bahkan dengan adanya fenomena ponari pemerintah semakin keras kepala, pemerintah cuek dengn fenomena ini dan pera pemimpinnya masih berkata, kan ada JPS, ada banyak puskesmas, ada pengobatan geratis…. Masih kurang apa????. Selain itu kenyataan yg ada dimasyarakat adalah masih banyak jenis penyakit yg tidak bisa diselesaikan dengan cara medis, terbukti banyak warga yg sudah kehilangan akal dan biaya, dan mereka tidak mendapat penyelesaian berarti terhadap penyakitnya setelah sekian lama berobat secara medis, untuk itulah kemudian mereka berpindah ke jalur alternative.
2. Kedua, jelas terlihat masyarakat Indonesia amat sangat kental dengan hal-hal mistis. Dan mistis ini, tidak hanya dimonopoli milik orang pedalaman dan orang yg tidak terpelajar, tapi semua masyarakat kita dari kalangan manapun masih kental dengan suasana mistis ini. Sebagai contoh, film suster ngesot banyak peminatnya dan tayangan2 gaib di TV merupakan acara paling disukai. Kekentalan hal mistis ini sampai ada beberapa warga yg sampai terbius hingga benear2 melupakan akal sehatnya, sebagai contoh kejadian dirumah Ponari, karena tidak mendapatkan kesempatan untuk berobat ke-Ponari (karena sudah keburu di tutup), maka mereka mencari cara lain, yaitu air bekas mandi ponari juga dipakai untuk obat.
3. Ketiga , sepertinya benar prediksi para pakar spiritual bahwa zaman sekarang merupakan zaman menuju kembalinya kehidupan penuh spiritual, dimana tuntutan kehidupan sepiritual semaakin menguat. Penguatan keinginan masyarakat akan hal spiritual selalu dibarengi dengan kemunculan hal2 magis. Spiritual dan hal magis adalah saudara kembar dan selalu beriringan. Sehingga tidak bisa di hindari disaat bermunculan aliran2 kepercayaan baru maka bermunculan pula kemampuan2 gaib seperti yg dimiliki Ponari. Apakah kita harus menentang atau mengusir setiap kemunculan fenomena misterius ? jawabnya tidak perlu karena itu merupakan hukum sebab akibat yg tetap harus berjalan.
4. Masyarakat kita masih gampang marah, tidak santun, kurang bisa menghargai orang lain, kurang bisa menghargai sebuah perbedaan. Padahal dasar Negara kita didirikan dan dibangun berdasarkan sebuah perbedaan yg saling menopang antara yg satu dan yg lain. Yaitu kita berbeda suku, berbeda bahasa, berbeda budaya, dan kita disatukan dengan bineka tunggal ika. Disaat muncul sebuah fenomena baru, seperti munculnya fenomena munculnya Ponari ini, maka banyak orang tiba2 menjadi paling alim atau paling pintar (kayak saya). Sehingga langsung berkomentar dan menghujat. Dia mengeluarkan berbagai jurus untuk menjatuhkan, menggunakan dalih2 dan kemudian mengeluarkan fatwa sesat, haram atau sejenisnya. Merka kurang bijak, merka berpikir terlalu singkat, mereka berpikir hanya menurut fersinya sendiri. Mereka tidakmau menelusuri sebuah masalah dari akarnya, mereka tidak mau menelusuri masalah dan memandang masalah dari orang yg memunculkan fenomena baru itu. Bila merka mau menelusuri masalah dan melihat masalah dari kacamata si penemu fenomena baru, pasti merka tidak bisa memungkiri kenyataan, sehingga dia bisa mencari solusi lebih bijak dan tanpa kekerasan.
5. Perbedaan adalah kekayaan bangsa. Kebanyakan orang tidak mau mengkoleksi dan melindungi perbedaan yg saling bermunculan. Seharusnya perbedaan adalah kekayaan bangsa yg harus dilindungi karena suatu saat nanti akan mempunyai nilai yg luhur. Coba kita tengok sejarah, pada sebuah ilmu pengetahuan saat pertama kali ditemukan sesuatu ilmu yg baru. Penemunya pasti dihujat dan dicaci, tapi bila perbedaan itu dirawat dan dijaga maka dikemudian hari perbedaan itu akan sangat berarti bagi masyarakat. Sebagai contoh, jaman dahulu kala ada orang tiba2 mengatakan bumi ini bulat, pada saat itu masyarakat marah, dan akhirnya setelah ratusan tahun kemudian baru orang2 sadar bahwa bumi memang bulat. Anda tau pelukis Van Gogh ? karyanya dicaci maki dan dilecehkan pada waktu itu, tapi sekarang karyanya sungguh dikagumi dan harganya selangit. Anda ingat Albert Enstin? Teorinya pada saat itu sungguh2 dikecam, tapi setelah diteliti lebih mendalam lagi, hasilnya sekarang sungguh ruuuar biasa. Masih banyak lagi contoh yg lain. Inilah bila kita tidak bisa menjaga sebuah fenomena baru yg muncul di bumi pertiwi ini, maka kita kehilangan nilai2 leluhur. karena fenomena baru itu akan lari dari bumi pertiwi dan berlindung di Negara lain.
6. Warga kita kurang tertib, tidak tertib ini timbul karena terbiasa hidup serakah, kurang punya rasa toleran antar sesama (egois)juga kurang punya rasa kesabaran. Itulah akibatnya sehingga susah untuk diatur. Contohnya adalah antrian untuk mendapatkan kesempatan selalu dilangar, sehingga mengakibatkan orang meninggal karena berdesak2an dan jatuh terhinjak-hibjak dalam antrian. Kita masih ingat kejadian antrian dirumah dukun Ponari, antrian pembagian zakat, antrian pembagian daging korban dan semua jenis antrian yg lain selalu memakan kurban.
7. Praktek ponari perlu dihentikan tidak? Maka saya langsung menjawab, lanjutkan terus, Tapi… benahi mekanismenya. Yang perlu dibenahi adalah pertama hak2 hidup ponari sendiri karena dia sebagai seorang anak, jangan dikomersilkan, dan dia juga dalam proses belajar disekolah. Jadi ponari masih harus tetap ada waktu bermain setidaknya 3 jam sehari, tidur 9 jam perhari, untuk belajar 5 jam sehari, lain-lain 3 jam, dan praktek perdukunan maksimal 4 jam sehari. Praktek 4 jam sehari itu hanya dilakukan dari jam dua siang sampai jam 6 sore. Karena waktu praktek pengobatan pendek maka harus ada team yg mengatur, yaitu dengan sistim antri mendaftar secara urut kemudian nama di panggil satu2 sesuai no urut. Jadi ponari dalm sehari hanya boleh mengobati sampai jumlah orang tertentu saja. Setelah itu no antrian akan dilanjutkan hari berikutnya. Setiap pendaftar hrus menunjukkan nama dan alamat dan kartu identitas diri, tujuannya untuk memberikan kesempatan pada orang lain, agar mendapat kesempatan untuk berobat, sehingga seseorang yg sudah mendaftar baru boleh mendaftar lagi setelah urutan diatas seribu berikutnya. Proses ini perlu dibantu beberapa petugas, mulai dari petugas pendaftaran, petugas keamanan, detugas pemanggilan pasien, petugas penyiapan sarana, dsb. Pembagian ini tujuannya untuk pengamanan penertiban dan pemberian hak2 ponari sebagai seorang anak.
8. Praktek dukun ponari syirik tidak? Bahasa syirik adalah bahasa import dari Negara arab. Dan bahkan bila kita mau meneliti lebih dalam lagi batasan syirik tidak begitu jelas karena kita kurang pas meng-artikan makna syirik ini. Bila mana ada sebuah cerita2 mistis itu muncul dari Negara arab maka jawabnya halal tentang cerita itu, tapi bila cerita mistis itu datang dari Indonesia maka hukumnya haram. Kita ambil contoh, orang arab dan orang islam sangat memuja dan memuliakan air zam-zam, dimana dikatakan air zam2 sungguh berksiat dan banyak berkahnya, sehingga setiap orang datang ke arab dan sepulangnya selalu membawa air zam2 itu sebagai air yg dimuliakan, mempunyai berkah, bahkan dipakai untuk media penyembuhan penyakit, dll. Sementara air-nya Ponari dibilang haram, padahal sama2 air untuk penyembuhan. Demikian juga dengan doa atau mantra, semua yg memakai bahasa arab adalah benar, dan semua yg memakai bahasa jawa atau Indonesia adalah salah…. Hehehe.. begitulah pemahaman beberapa orang yg sudah keblinger menjadi orang arab. Sebenarnya kesirikan timbul karena kita tidak selau bersandar pada Allah. dan kita mempunyai pandangan yg salah terhadap sebuah media, sehingga pikiran kita dan hati kita mengatakan bahwa media itulah yg telah membantu dan menyembuhkan anda. Jadi adalah salah bila air zam-zam mempunyai kekuatan untuk menyembuhkan, tapi yg benar adalah melalui air zamzam itulah allah akan menyembuhkan seseorang, jadi yg menyembuhkan adalah Allah bukan air zam-zam. DEmikian juga obat untuk menyembuhkan sakit, bisa menjadi sirik bila dihati dan pikiran kita tertanam bahwa obat itu membawa kesembuhan pada diri anda, yg benar adalah Tuhan membantu menyembuhkan anda melalui obat itu, jadi saat anda meminum obat, anda harus mensugesti diri anda sendiri yaitu dengan mengatakan dihati bahwa anda harus meminum obat karena diperintah oleh Allah, dan saat anda menelan obat sugerti anda adalah anda menelan berkah Allah dengan tujuan mengusir semua kesalahan juga penyakit hingga badan anda menjadi bersih dan suci kembali. Itulah makna sebuat doa seperti yg diajarkan Rasulullah dimana sebelum melakukan sesuatu apapun kita harus berdoa kepada Allah, atau menyebut Asma Allah. Jadi kesimpulannya adalah terdapat “KESALAHAN” dalam hidup kita saat meletakan “NIAT, PIKIRAN & HATI” pada saat menjelang melakukan sesuatu perbuatan. Jadi kesyirikan bisa timbul dari hal apa saja, bila kita salah dalam berniat. Sebenarnya kesirikan bukan timbul dari jenis Air-nya datang dari arab atau bukan, atau bukan doanya pakai bahasa arab atau bukan. Agar tidak syirik maka dihati kita harus ditanamkan pikiran positif (niat positif) sebelum melakukan sesuatu, sehingga kita punya pandangan yg baik pada Sesutu yg akan kita lakukan itu. Sebagai contoh, bila anda ingin berobat ke Ponari masukkan pikiran2 positif tentang Ponari. Jadi katakana bahwa ponari adalah seorang yg mendapat tugas dari Allah, Ponari hanya menjalankan perintah2 Allah, Ponari menyembuhkan karena perintah Allah, dsb. Sehingga anda datang hanya untuk menyambut berkah Allah. sehingga kekuatan Allah akan melindungi anda. Adalah beda bila anda saat akan berobat ke-Ponari tapi pikiran anda dimasuki pikiran negative, dimana anda bilang : “waah ponari mempunyai batu ajaib, batu itu ditunggu dua jin yg sangat sakti, jin itulah yg mempunyai kekuatan dasyat menghilangkan penyakit2.” Dan kemudian anda akan datang ke Ponari untuk mencoba kekuatan batu ajaib Ponari. Maka saat anda datang ke Ponari anda akan disambut kekuatan negative, anda sudah berlindung pada kekuatan negative itu, dan pada kekuatan jin itulah anda berlindung, dan kekuatan jin inilah yg membantu orang dalam penyembuhan itu, itulah perbuatan sirik yg telah anda lakukan. Beda dengan orang yg datang hanya karena Allah, maka orang itu datang dalam perlindungan Allah, bila kekuatan ponari negative maka orang itu terlindungi oleh Allah dari pengaruh kekuatan negative ponari dan Allah akan menggantikan kekuatan ponari dengan kekuatan Allah yg lebih mulia. Demikian sebaliknya bila ponari memang merupakan sebuah utusan maka kekuatan itu akan berlipat ganda dan anda tidak hanya disembuhkan tapi kesadaran anda akan meningkat menuju pencerahan. Begitulah kira2 didalam hidup bagaimana kita harus selalu berpikiran positif dan selalu berlindung pada Allah. bila anda tidak menegetahui sesuatu dan anda perlu melakukan sesuatu itu, maka berdoalah dan minta perlindungan pada Allah maka anda terlindungi dan anda dijauhkan dari hal-hal sirik. Jadi supaya tidak ada kekuatan negative mengganggu dan menguasai anda, maka masukkan pikiran2 positive dihati anda, bahwa ponari adalah anak baik, dia mendapat berkah dari Allah sehingga dia dipercara begitu banyak orang. Maka pikiran positif anda itu merupakan doa untuk anda dan untuk ponari. Sehingga bila ponari kurang tepat dalam memilih hidupnya, maka niat anda itu yg akan menjadi doa pelindung anda, dan bisa membantu juga pada ponari untuk menjadi lebih baik. Jadi sekali lagi jangan berpikir atau mem-fonis, ponari adalah membawa batu yg ada kekuatan setan, ponari anak kecil yg tidak tau apa2, ponari tidak disiplin ngaji, bagaimana dia punya kekuatan tuhan, dia sirik dan identik dengan setan. Dsb.. dsb. Buang jauh2 pemikiran itu, katakana ponari mendapat petunjuk dari Allah. Itulah kekuatan positif anda yg akan menciptakan kondisi menjadi lebih baik untuk semuanya.
Demikian sedikit tulisan ini sehubungan dengan fenomena heboh kemunculan dukun Ponari, semoga bermenfaat dan menjadikan segenap bangsa ini menjadi santun beradab, sehingga bisa menciptakan kondisi aman dan damai.
Salam sejahtera
untung saya bukan orang pemerintahan,
dan tidak bekerja di pemerintahan.
jadi saya gak ikut disebut gagal.
yang paling mengherankan lagi, biaya inap rumah sakit di bikin seperti hotel. Mau tarif yang mana, dan tentunya dengan pelayanan y berbeda pula. hmmmm…… mau berlibur atau berobat ya????
Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!


