Rupiah dan Dollar
Baru beberapa pekan kemaren kita sempet dikagetkan dengan ditutupnya pasar saham dan modal oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) yang disebabkan oleh penurunan drastis Index Harga Saham Gabungan (IHSG). Kemudian disusul dengan merosotnya nilai tukar (kurs) Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat yang sekarang tembus Rp. 12 ribu per Dollar AS. Harga minyak dunia yang fluktuatif karena pertumbuhan ekonomi dunia yang lambat. Ini semua merupakan imbas dari krisis ekonomi di Negara Adidaya Amerika Serikat. Negara yang baru saja menentukan Mr.Barack Obama sebagai presiden selanjutnya. Presiden yang akan dibebani tanggung jawab untuk membereskan masalah ekonomi negaranya.
Tapi klo dipikir-pikir lagi seharusnya krisis keuangan dan ekonomi yang terjadi di Negara lain tidak mempengaruhi kelangsungan ekonomi Negara kita. Pangkal masalahnya ada di mata uang Dollar Amerika Serikat. Penggunaan mata uang Dollar sebagai alat tukar bertransaksi dengan perusahaan asing maupun lokal. Bahkan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang notabene perusahaan milik Negara menggunakan Dollar US sebagai mata uang ‘resmi’ pada saat belanja untuk memenuhi kebutuhan BUMN tersebut.
Harapan saya sih semoga Indonesia dapat menentukan kebijakan ekonominya sendiri berdasarkan sumber-sumber yang sudah tersedia di Negara kita yang kaya ini. Tapi bukan berarti bertujuan memutuskan hubungan dengan Negara lain. Hanya saja setidaknya kita dapat berswasembada.
Artikel Yang Mungkin Berkaitan :D
Comments
2 Comments on Rupiah dan Dollar
-
konconebudi on
Wed, 3rd Dec 2008 12:55
-
Lapindo Akhirnya Menyerah | soerdjak on
Tue, 24th Feb 2009 19:23
pokoknya 1 dollar 11 rebu udah manteb kok ;p
[...] kini dengan alasan kesulitan keuangan akibat krisis ekonomi global PT Minarak Lapindo akhirnya menyerah. Pihak Lapindo menyatakan belum [...]
Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!


