Kebakaran Hutan Australia Hingga April
Pemerintah Australia memperkirakan bahaya kebakaran hutan dan semak yang sekarang masih terjadi dapat berlangsung hingga bulan April mendatang. Hal ini dapat terjadi jika cuaca panas dan kering terus melanda Negara Bagian Victoria. Departemen Lingkungan Hidup Australia mengatakan, kombinasi antara suhu tinggi dan angin kencang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Hingga saat ini lahan hutan Australia yang terbakar mencapai 450 ribu hektare. Kalau memang benar kebakaran hutan di Australia itu akan berlangsung hingga bulan April mendatang, berarti Australia akan kehilangan sebagian besar hutannya akibat kebakaran. Berbeda dengan Indonesia, hutan di Indonesia habis karena pembalakan liar yang tidak bertanggung jawab.
Sakit di Musim Hujan
Beberapa hari ini hampir setiap hari turun hujan di Jakarta. Mungkin karena sempat kehujanan di tambah cuaca yang mendung melulu jadi membuat badan saya tidak enak. Meriang dan kepala pusing jadi bikin aktifitas saya tersendat. Mau maksain makan banyak dan banyakin tidur tapi makan nasi kok rasanya jadi pahit ya? Tidur juga kok sulit ya? Sempat kawatir juga, jangan-jangan kena deman berdarah atau mungkin gejala penyakit Typus.
Seharusnya saya sudah memeriksakan diri ke dokter atau minimal ke Puskesmas deh. Tapi kok rasanya males banget ya. Diterusin aja dulu deh maksain makan dan tidur yang cukupnya. Mudah-mudahan hanya meriang dan sakit kepala biasa.
Mohon maaf buat teman-teman main futsal, saya jadi absent dulu deh dari jadwal rutin olahraga futsalnya. Termasuk juga kegiatan ngeblog yang agak tersendat juga, silaturahmi ke teman-teman blogger juga belum sempat dilakukan. Direncanakan secepatnya deh bisa menyambangi blog teman-teman lagi.
Puskesmas Ramai Karena Musim Hujan
Kebetulan jalan ke arah rumah saya melewati depan Puskesmas Kecamatan. Kalo diperhatikan keadaan Puskesmas sekarang saat ini sudah banyak berubah. Menjadi lebih baik pastinya. Setidaknya keadaan bangunannya makin lebih bagus. Mudah-mudahan pelayanan terhadap masyarakatnya juga menjadi lebih baik.
Akhir-akhir ini ketika hujan hampir setiap hari mengguyur Jakarta, keadaan Puskesmas dekat rumah saya menjadi lebih ramai. Jalan didepannya yang biasa saya lewati juga menjadi macet. Terlebih di cuaca yang sedang tidak menentu sekarang ini. Penyakit musiman banyak yang menjakiti masyarakat. Demam berdarah, diare, dan pilek sudah menjadi langganan di musim hujan ini. Sepertinya karena musim hujan yang sedang berlangsung saat ini yang menyebabkan Puskesmas di daerah saya ramai. Harapan kita semua Puskesmas sebagai pintu pertama bagi masyarakat untuk mendapat fasilitas kesehatan dari Negara sudah sepantasnya membantu meringankan beban masyarakat dalam hal mendapatkan hak kesehatan.
Awas Bahaya Demam Berdarah Dengue
Baru aja kemarin dapat kabar dari temen kalo dia baru keluar dari perawatan rumah sakit karena demam berdarah. Sempet kaget juga, soalnya ini orang jarang banget sakit. Dari bentuk tubuhnya aja keliatan sehat dan endut makmur. Kegiatan aktifitas sehari-harinya juga cenderung jauh dari tempat yang banyak nyamuknya. Karena penyebaran demam berdarah dengue (DBD) kan cuman lewat gigitan nyamuk aedes aegepty. Memang cuaca akhir-akhir ini lagi tidak bersahabat. Sebenarnya sih bisa dibilang udah lama tidak bersahabatnya, karena efek rumah kaca dan pemanasan global.
Wajib dengan cuaca yang berubah-ubah sekarang ini, kadang panas extreme kadang dingin, harus jaga kondisi badan dengan olahraga yang cukup, seperti futsal mungkin ( soerdjak banget nih,hehehe), dan makan makanan yang bergizi dikit. Kalo pagi-pagi biasa sarapan bubur, malamnya jangan bubur lagi, bisa lemes nantinya. Variasi dikit, makan malam menu steak sirloin
.
Selain jaga kondisi badan kita juga harus mencegah mendatangi tempat-tempat nyamuk aedes aegepty biasa bercengkrama. Kira-kira dimana aja ya biasanya mereka para nyamuk itu berkeliaran? Untuk lebih jelasnya bisa dicari lewat google. Yang sudah pasti sih jangan main di kebun. Dan dekat genangan air yang airnya tidak jalan alias mampet ( tipikal kali di Jakarta banget nih). Mewaspadai penyakit musiman yang berbahaya ini akan lebih bermanfaat daripada mengobatinya. Selain nyawa kita taruhannya, juga biaya rumah sakit yang mahal.
Bencana Karena Ulah Kita Sendiri
Musim hujan telah datang. Hujan yang terjadi hampir diseluruh bagian negeri ini menyebabkan banyak kejadian yang sangat tidak mengenakkan. Padahal biasanya datangnya musim penghujan paling ditunggu-tunggu oleh kebanyakan masyarakat Indonesia. Karena biasanya dimusim penghujan hasil bumi akan melimpah dan membuat cuaca jadi adem. Kini kebiasaan itu udah mulai berubah, ga tau juga sejak kapan, jika musim hujan datang akan dibarengi oleh banyak kejadian alam yang berupa bencana dan munculnya berbagai penyakit.
Tanah longsor dan banjir adalah 2 bencana alam yang sangat sering terjadi pada musim hujan. Faktor penyebab bencana alam tersebut lebih dikarenakan ulah manusia. Banyaknya hutan dinegeri ini yang dibabat habis, pembangunan rumah tinggal dan gedung yang memakan lahan resapan air, pengolahan sampah yang tidak semestinya dan banyak lagi sebab yang semua itu disebabkan oleh manusia sendiri.
Entah harus marah ama siapa, entah harus siapa yang harus disalahkan. Pemerintah negeri ini yang notabene mempunyai wewenang dalam pengelolaan tiap jengkal tanah di negeri ini tidak mampu melakukan tugasnya dengan baik. Itu terbukti dengan makin parahnya kondisi alam saat ini.
Tapi masalah ini bukan hanya berada dipundak pemerintah, masyarakat juga punya andil. Entah karena ketidaktahuannya akan dampak yang terjadi karena pembukaan lahan baru untuk pertanian maupun pembangunan rumah tinggal tanpa memperhitungkan keseimbangan linkungan. Ataupun karena kesengajaan yang dilakukan hanya karena ketidakpeduliannya terhadap lingkungan. Semoga kejadian demi kejadian bencana yang terjadi saat ini dapat menjadi kita lebih sadar diri, termasuk juga saya sendiri.
Suasana Pagi di Cipularang-Bandung
Hari ini pagi-pagi sekali berangkat ke Bandung. Sebenarnya ini kepergian yang ga direncanakan, karena kemaren udah seharian ngider-ngider dan bermacet ria di jalanan ibukota, Jakarta. Tapi tiba-tiba kakak ngajak meeting ke Bandung, hehehhe…gaya amat ya, meeting gitu loh. Tapi intinya sih pengen jalan-jalan dengan suasana beda aja.
| From Jalan-Jalan |
Perjalan ke Bandung di pagi hari memang beda. Cuaca pagi sedang cerah, suasana dan kondisi jalan masih adem. Matahari masih remang-remang muncul dan kondisi aspal juga masih dingin. Meskipun suasana di ruas tol cikampek lumayan rame, tapi biasanya akan mulai sepi setelah masuk ruas tol cipularang ( cipularang dimulainya di KM 66 lho..angka yang ‘familiar’ bgt ya).
Yang lebih bikin menarik ruas tol cipularang adalah pemandangan kiri-kanan jalannya. Di musim penghujan ini semakin terlihat warna hijau pohon dan rumput yang segar. Jadi keliatan seperti di negeri orang sono. Beda sekali pada saat musim kemarau kemarin, agak kecoklatan, karena kering. Jalan-jalan ke Bandung melalui cipularang memang punya nuansa tersendiri. Berbeda sekali dengan suasana tol dalam kota Jakarta, yang kiri-kanan nya hanya terlihat bangunan yang memakan lahan resapan air.
| From Jalan-Jalan |
Saat tulisan ini dibuat saya nyempetin nulis blog di kantin di daerah Pasteur, sambil nyarap. Berikut saya sertakan sedikit hasil jepretan suasana di ruas tol cipularang pake kamera HP dengan ‘burst’ mode, yang sekali jepret bisa capture banyak gambar itu tuh. Bandingkan deh ama suasana tol dalam kota Jakarta, photonya bisa di googling sendiri ya. Gimana..beda kan?!
Waspadai Penyakit Akibat Cuaca Panas
Saat ini disebagian wilayah Indonesia sedang mangalami cuaca panas ekstrem. Panas yang sangat tidak biasa ini salah satu penyebabnya adalah menipisnya lapisan ozon bumi kita sebagai akibat dari efek rumah kaca.
Dampak dari pemanasan global ini meningkatnya panas suhu udara dan berubahnya iklim. Dampak lainnya yang harus kita waspasdai adalah timbulnya berbagai penyakit, diantaranya demam berdarah dengue (DBD) dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Di Indonesia penyakit demam berdarah (DBD) sangat mudah sekali menjadi wabah.
Udara panas membuat perilaku serangga berubah. Frekuensi kawin serangga meningkat dan nyamuk, khususnya nyamuk pembawa demam berdarah dengue (DBD) akan lebih banyak menghisap darah karena aktivitas bertelur butuh lebih banyak protein dari darah.
Karena kondisi suhu udara yang panas juga telur-telur nyamuk akan lebih cepat matang. Walaupun sebenarnya nyamuk akan lebih sulit menetaskan telur dalam kondisi kering. Tetapi dalam kondisi iklim yang berubah saat ini, hujan akan bisa tiba-tiba turun, dan intensitas kecil saja dari hujan akan membuat nyamuk bertelur lebih banyak dari biasanya.
Cuaca Panas Akibat Efek Rumah Kaca
Menipisnya lapisan ozon di ruang angkasa telah mengakibatkan timbulnya efek rumah kaca, yang dampaknya telah dirasakan penduduk dunia, antara lain meningkatnya panas suhu udara dan berubahnya iklim. Kita bisa merasakan sendiri sekarang ini, hujan tiba-tiba turun, padahal, di bulan September ini menurut para ahli cuaca masih musim kemarau. Inilah salah satu bukti bahwa iklim mudah berubah-ubah.
Cuaca ekstrem panas yang sekarang ini sedang melanda sebagian wilayah Indonesia merupakan salah satu akibat dari menipisnya lapisan ozon. Dampak lainnya adalah timbulnya berbagai penyakit, diantaranya demam berdarah.
Dengan menyadari hal-hal yang sudah bisa dirasakan sebagai akibat adanya efek rumah kaca dan pemanasan global, sudah seharusnya kita mulai bergerak untuk ikut menyelamatkan kerusakan ozon dalam bentuk apapun. Secara garis besar langkah yang mudah ditempuh untuk menekan meluas dan meningkatnya kerusakan ozon dan efek rumah kaca adalah dengan terus melakukan gerakan penghijauan.
Cuaca Ekstrem Panas Melanda Indonesia
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Pusat mengatakan cuaca panas atau suhu ekstrim yang melanda sebagian wilayah Indonesia, khususnya Pulau Jawa masih akan berlangsung hingga akhir Oktober 2008. Cuaca panas yang bisa dibilang ekstrem ini mulai melanda sebagian wilayah Indonesia sejak awal Oktober.
Dari keterangan berbagai sumber media, tercatat suhu ekstrim mencapai 36 derajat celsius di wilayah Indonesia bagian barat hingga tengah dan 37 derajat celsius di Indonesia bagian timur.
Katanya sih cuaca ekstrim ini disebabkan oleh pergerakan matahari dari equator ke selatan bumi. Saat ini, matahari berada di sekitar wilayah Indonesia sehingga intensitas sinarnya cukup tinggi.
Meskipun begitu hujan deras disertai angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah Sumatra, Kalimantan dan Maluku. Musim hujan tahun ini diperkirakan akan berlangsung pada bulan November mendatang.


