Visi dan Misi yang Unik Dari Prabowo
Barusan nonton JakTV acara ‘Obrolan Politik’ dengan bintang tamunya calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Acara yang dipandu oleh Irma Hutabarat tadi membahas tentang visi dan misi mantan Danjen Kopassus tersebut. Salah satu visinya yang membuat saya tertarik adalah program-program ekonominya yang terlihat memihak kepentingan rakyat kecil. Yaitu larangan kredit bagi pengusaha besar untuk meminjam uang dari bank-bank nasional Indonesia. Menurut Prabowo kredit nantinya diperuntukkan bagi rakyat kecil. Menurut saya idenya Prabowo ini agak nyeleneh, unik dan ekstrem juga.
Satu lagi yang membuat saya kaget, ternyata Prabowo juga menentang pinjaman-pinjaman dari luar negeri. Terutama dari pinjaman dari IMF dan sejenisnya. Dia bilang kalau IMF adalah alat politik Amerika Serikat untuk menekan Negara-negara yang meminjam dana IMF. Untuk yang satu itu saya pribadi setuju banget. Jangan sampe deh IMF masuk lagi ke Indonesia.
[Artikel diatas adalah salah satu opini dan tanggapan pribadi saya terhadap dunia perpolitikan negeri yang saat ini sedang diambang pemilu. Tanpa ada maksud memojokan atau memihak salah satu politikus maupun kubu politik. Saya sendiri berharap negeri ini akan bersih dari kebudayaan politik kotor yang memang sudah mengakar jauh]
IMF Masuk Lagi ke Indonesia
Waduh, liat judulnya aja udah nyeremin banget. Gimana tidak menakutkan jika benar IMF (International Monetary Fund) akan masuk kembali ikut campur tangan dalam penyelesaian krisis ekonomi di Indonesia maka akan bisa dipastikan Negara ini akan lebih terpuruk lagi. Kenapa tiba-tiba nama IMF (International Monetary Fund) muncul lagi? Ini karena adanya beberapa hasil ‘obrolan’ tingkat tinggi para empunya negeri di KTT G-20, yang merekomendasikan IMF sebagai ‘dewa penolong’ bagi Negara-negara yang terkena dampak krisis ekonomi global.
Sudah terbukti sepak terjang IMF (International Monetary Fund) di dunia internasional membawa malapetaka untuk Negara yang di ‘tolong’nya. Rusia yang kala itu baru saja terbentuk setelah bubarnya Uni Soviet didatangi IMF dengan iming-iming akan memberesi masalah ekonomi Negara tersebut yang saat itu sedang mangalami krisis. Tapi fakta sejarah membuktikan bahwa IMF malah membuat Rusia lebih terpuruk lebih dalam lagi. Kejadian serupa juga dialami Venezeula. Di negeri yang banyak menghasilkan wanita cantiknya
untuk diikut sertakan dalam ajang kompetisi ‘wanita cantik sedunia’
itu juga mengalami nasib yang sama dengan Rusia.
Penghapusan subsidi, perdagangan bebas dan privatisasi BUMN (Badan Usaha Milik Negara) adalah ‘metode’ atau ‘jurus’ yang biasa dipaksakan untuk diterapkan di Negara yang memakai jasa IMF (International Monetary Fund). Mereka biasanya meyebutnya dengan restrukturisasi ekonomi ala IMF. Indonesia juga pernah ikut mengalami masa-masa suram ketika IMF ikut campur tangan sesaat setelah krisis ekonomi-keuangan Asia datang menerjang.
Yang didapat oleh Indonesia pun tidak jauh berbeda dengan Negara-negara lain yang telah disinggahi IMF (International Monetary Fund) lebih dulu. Harga barang tinggi (termasuk BBM ga ya?!), daya beli masyarakat rendah dan bank tidak mau mengucurkan kreditnya, sementara pasar bebas malah membuat pasar Indonesia terpuruk. Cara, metode, resep, jurus atau apapun namanya yang telah diterapkan di negeri ini terbukti gagal, dan berujung pada jatuhnya Rezim Orde Baru pimpinan Soeharto.
Semoga pemerintah Indonesia sekarang dapat lebih bijak lagi dalam menyikapi krisis ekonomi global saat ini. Jangan terpaku pada keputusan KTT G-20 yang mungkin tidak baik diterapkan di Indonesia. Dan sangat mungkin jika hasil KTT G-20 tersebut hanya akan membuat untung beberapa Negara anggotanya. Intinya sih jangan sampe deh kecebur kolam dua kali berturut-turut.
[ permisi-permisi; gambar diambil dari http://www.celsias.com/article/imf-lies/ ]


