Lowongan CPNS Dosen Poltek UI 2009
Filed under: Berita, Bisnis, Indonesia, Teknologi Informasi, lowongan pekerjaan, olahraga
Berita baik nih buat para pencari kerja khususnya yang berminat jadi abdi Negara alias Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena di akhir tahun ini, 2009,Departemen Pendidikan Nasional akan membuka lowongan calon pegawai negeri sipil ( CPNS ) melalui Politeknik Negeri Jakarta ( PNJ ). Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) atau yang biasa disebut Politeknik Universitas Indonesia ( Poltek UI ) dahulu kalanya akan menerima calon pegawai negeri sipil, CPNS, sebanyak 18 orang, yang akan ditempatkan sebagai dosen dan teknisi di kampus tersebut.
Pendaftaran untuk menjadi dosen dan teknisi pegawai negeri sipil ( PNS ) di lingkungan Politeknik Negeri Jakarta (Poltek PNJ) akan dimulai pada 14 Oktober 2009 bertempat di gedung Direktorat lantai III Politeknik Negeri Jakarta. Adapun spesifikasi calon pegawai negeri sipil, cpns dosen dan teknisi, yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
silahkan liat di website Politeknik Negeri jakarta, PNJ, untuk lebih jelasnya, www.pnj.ac.id
Kalah Tanding Futsal
Sepertinya tim futsal saya tidak pernah tidak main deh tiap minggunya. Kita selalu rutin main tiap minggu, tapi kok masih kalah juga ya. Lawannya yang kelewat jago atau memang tim teman-teman saya yang kelewat bego,wakakaka. Tendangan bola lawan kenceng-kenceng banget. Geraknya juga lebih gesit. Sepertinya memang harus diseriusin latihan tiap minggunya, jangan kebanyakan becanda, dan dikurangi tertawa selagi main futsalnya, wakakaka. Nah ini photo tim ancur futsal saya, alumni SMA 39 Cijantung,Jakarta, angkatan 98. Mudah-mudahan lebih banyak lagi dari teman-teman yang ikut bergabung olahraga futsal, lumayan supaya tetap dapat menjaga silaturahmi.
Banjir Dan Penyakit Leptospirosis
Intensitas hujan sudah mulai berkurang, banjir pun mulai sudah surut. Warga di bantaran sungai-sungai di Jakarta pun sudah mulai bersih-bersih. Tetapi meskipun sudah dibersihkan tetap saja ada bakteri dan kuman yang terbawa oleh air banjir akan sulit dibersihkan tanpa menggunakan bahan desinfektan. Masalahnya, banyak sekali penyakit yang dibawa oleh kuman-kuman dan bakteri-bakteri tersebut. Salah satunya adalah bakteri leptospira yang sangat berbahaya. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini dinamai leptospirosis. Bakteri leptospira biasanya di ditularkan melalui air kencing tikus, yang kemudian ikut hanyut dalam air banjir yang membanjiri rumah-rumah warga.
Jangan menganggap enteng penyakit leptospirosis. Penyakit ini bisa sangat mematikan bagi penderitanya jika tidak langsung ditanggulangi. Dengan ciri-ciri awal leptospirosis biasanya disertai oleh nyeri di seluruh badan dan panas badan yang tinggi. Dan kemudian akan membuat korban tidak sadarkan diri. Saya liat di berita, di Jakarta sendiri penyakit leptospirosis ini telah memakan korban. Jadi sudah sebaiknya kita melakukan pencegahan terhadap penyakit akibat banjir ini dengan melakukan pembersihan yang optimal. Salah satunya dengan menggunakan desinfektan untuk membunuh bakteri dan kuman yang ikut melalui banjir.
Sakit di Musim Hujan
Beberapa hari ini hampir setiap hari turun hujan di Jakarta. Mungkin karena sempat kehujanan di tambah cuaca yang mendung melulu jadi membuat badan saya tidak enak. Meriang dan kepala pusing jadi bikin aktifitas saya tersendat. Mau maksain makan banyak dan banyakin tidur tapi makan nasi kok rasanya jadi pahit ya? Tidur juga kok sulit ya? Sempat kawatir juga, jangan-jangan kena deman berdarah atau mungkin gejala penyakit Typus.
Seharusnya saya sudah memeriksakan diri ke dokter atau minimal ke Puskesmas deh. Tapi kok rasanya males banget ya. Diterusin aja dulu deh maksain makan dan tidur yang cukupnya. Mudah-mudahan hanya meriang dan sakit kepala biasa.
Mohon maaf buat teman-teman main futsal, saya jadi absent dulu deh dari jadwal rutin olahraga futsalnya. Termasuk juga kegiatan ngeblog yang agak tersendat juga, silaturahmi ke teman-teman blogger juga belum sempat dilakukan. Direncanakan secepatnya deh bisa menyambangi blog teman-teman lagi.
Puskesmas Ramai Karena Musim Hujan
Kebetulan jalan ke arah rumah saya melewati depan Puskesmas Kecamatan. Kalo diperhatikan keadaan Puskesmas sekarang saat ini sudah banyak berubah. Menjadi lebih baik pastinya. Setidaknya keadaan bangunannya makin lebih bagus. Mudah-mudahan pelayanan terhadap masyarakatnya juga menjadi lebih baik.
Akhir-akhir ini ketika hujan hampir setiap hari mengguyur Jakarta, keadaan Puskesmas dekat rumah saya menjadi lebih ramai. Jalan didepannya yang biasa saya lewati juga menjadi macet. Terlebih di cuaca yang sedang tidak menentu sekarang ini. Penyakit musiman banyak yang menjakiti masyarakat. Demam berdarah, diare, dan pilek sudah menjadi langganan di musim hujan ini. Sepertinya karena musim hujan yang sedang berlangsung saat ini yang menyebabkan Puskesmas di daerah saya ramai. Harapan kita semua Puskesmas sebagai pintu pertama bagi masyarakat untuk mendapat fasilitas kesehatan dari Negara sudah sepantasnya membantu meringankan beban masyarakat dalam hal mendapatkan hak kesehatan.
35 Tahun Lalu Peristiwa Malari Meletus
Hari ini, 15 Januari, 35 tahun yang lalu, terjadi peristiwa yang biasa disebut Malari. Malari sebenarnya adalah akronim dari “Malapetaka Lima Belas Januari”. Mengapa disebut malapetaka? Karena pada saat itu terjadi demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhan. Malapetaka yang membuat belasan orang tewas, ratusan terluka.
Jakarta, 15 Januari 1974, adalah hari dimana kebebasan mengemukakan pendapat dibalas dengan pembungkaman yang disertai kekerasan oleh sang penguasa negeri ini waktu itu. Kerusuhan pun merembet ke pengrusakan sarana umum dan penjarahan. Buntut dari kejadian itu adalah ditangkapnya beberapa tokoh dan aktifis mahasiswa yang diduga ikut bertanggung jawab terjadap kejadian Malari. Sejumlah surat kabar juga diberangus. Pemegang jabatan strategis militer pada saat itu juga diganti.
Peristiwa Malari berawal dari apel ribuan mahasiswa dan pelajar yang berlangsung dari kampus Universitas Indonesia (UI) di Jalan Salemba, Jakarta Pusat, hingga menuju kampus Universitas Trisakti di Grogol, Jakarta Barat. Apel yang dilakukan oleh para mahasiswa itu menghasilkan keputusan untuk mendesak pemerintah pada saat itu untuk memberantas korupsi dan juga mengubah kebijakan ekonomi terutama mengenai modal asing yang didominasi Jepang, dan membubarkan lembaga tidak konstitusional seperti Asisten Pribadi Presiden. Apel itu bertepatan dengan datangnya Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka ke Jakarta pada 14-17 Januari 1974.
Setelah apel selesai, para mahasiswa dan pelajar peserta apel tersebut membakar patung PM Jepang, Kakuei Tanaka. Lalu kemudian mereka mencoba menerobos masuk ke Istana Presiden di kawasan Monas, yang saat itu sedang ada pertemuan antara Presiden Soeharto dengan Kakue Tanaka di dalam Istana Presiden. Aparat keamanan pun merespon dengan memblokade para demonstran, dan entah siapa yang memulai, kemudian demonstrasi itu berujung pada kerusuhan.
Malari merupakan catatan hitam negeri ini. Tidak tertampungnya aspirasi masyarakat pada saat itu adalah menjadi salah satu penyebabnya. Keputusan yang diambil terhadap para demonstran pada waktu itu juga telah membuktikan kearoganan pemimpin negeri. Semoga kejadian seperti Malari, yang merupakan malapetaka buat kita semua, tidak pernah terulang lagi di negeri ini.
Denda 25 Juta Bagi Pemegang KTP Ganda
Hati-hati nih untuk pemegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) ganda, soalnya akan dikenakan sanksi denda 25 juta rupiah. Ketentuan sanksi denda ini berdasarkan Undang Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan. Hanya saja pemberlakuan sanksi tersebut harus menunggu Peraturan Daerah masing-masing untuk mengatur ketentuan pemberlakuan sanksi tersebut. Untuk di DKI Jakarta saja pemdanya baru akan membuat perda yang mengatur sanksi tersebut. Jadi belum bisa dikatakan berlaku sanksi denda 25 juta nya.
Yang bikin saya heran, kenapa Undang Undang yang ternyata sudah keluar sejak tahun 2006 itu tidak langsung ditindak lanjuti dengan pembuatan Perda. Padahal biasanya Pemda atau Pemprov lebih sering berdalih dengan tidak adanya Undang Undang yang mendasari Perda yang mereka buat. Dengan kata lain program yang daerah canangkan sering tidak didukung oleh Undang Undang. Itu menurut mereka lho. Belum lama ini saja Pemprov DKI baru akan membahas perda untuk menjalankan UU tersebut. Kenapa tidak dari tahun 2006 ya? Heran deh…
Anak Sekolahan kok Jadi Korban sih?
Pemprov DKI Jakarta senin kemarin, 5 Januari 2009, mulai menerapkan aturan pemberlakuan masuk jam sekolah 06.30 WIB. Aturan ini membuat siswa yang bersekolah di Jakarta harus masuk 30 menit lebih awal, yang biasanya mereka masuk sekolah pukul 07.00 WIB.
![]() |
| From Jalan-Jalan |
Alasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan aturan ini karena untuk mengurangi kemacetan di ruas jalan-jalan ibukota pada jam masuk kantor yang memang sudah parah sekali, dan masuk kategori macet banget. Tapi kok sepertinya tidak ada pengaruhnya ya. Memang baru dua hari aturan ini efektif berjalan. Selama dua hari ini jalanan di Jakarta yang biasa macet tetap macet. Mau kearah Ratu Plaza butuh 2 jam lebih dari Cibubur. Padahal itu lewat jalan tol lho, jalan yang berbayar dan seharusnya bebas hambatan itu tuh. Beda sekali dengan kondisi jalan tol Cipularang-Bandung di pagi hari. Kejauhan tidak ya membandingkannya?
| From Jalan-Jalan |
Sepertinya untuk mengatasi kemacetan ini pemerintah sengaja menjadikan anak sekolahan korban. Dengan tidak menyentuh akar permasalahan penyebab kemacetan itu sendiri. Semestinya Pemerintah menertibkan dan membatasi penjualan kendaraan di Ibukota dengan sebelumnya memperbaiki sarana transportasi massal. Bukan menjadikan siswa sekolahan korban atas masalah yang mereka tidak buat. Suka aneh ya pemerintahan negeri ini, mengatasi masalah tanpa memberesi akar permasalahan yang sudah jelas didepan mata, dan membuat masalah baru untuk mengatasi masalah tersebut. Bingung kan?sama.
Tips Agar Aman Naik TAXI di Jakarta
Cuman mau meneruskan tips dari milist sebelah nih.. lumayan menghibur. ![]()
Cara / Tips khususnya agar aman naik TAXI (Taksi) di Jakarta:
- Saat menyetop, periksa jumlah roda saat anda nyetop taxi, pastikan jumlahnya 4, kalo cuma 3 berarti anda naik bajaj.

- Periksa juga jumlah kursinya, kalau jumlahnya banyak, berarti anda naik Metromini.
- Sebutkan tujuan anda dengan benar utk menghindari supir taxi membawa anda ke rumahnya
- Jangan malu untuk bertanya karena malu bertanya sesat di jalan
- Sama pak supir jangan terlalu galak nanti diusir, jangan pula terlalu baik nanti ditaksir.
- Perhatikan selalu argo meter, pastikan tulisannya ‘argometer’, jangan sampe tulisannya argo bromo atau argo gede (karena kesalahan ini amat fatal & membuat anda makin jauh dari tujuan).

- Yakinkan diri Anda bahwa Anda sudah duduk didalam taxi itu sebelum taxinya jalan, karena kalau tidak, jangan-jangan Anda masih duduk dihalte bus, dan belum terbawa oleh taxi itu.
- Jangan lompat ke luar taxi selagi taxi itu berlari kencang. Itu akan sangat membahayakan orang lain.
- Kalau Anda laki-laki dan supir taxinya bertanya siapa nama Anda, jangan pernah mengaku bahwa nama Anda Ibrahim,nanti Anda dikira Tommy Soeharto. Apalagi kalau Anda perempuan, jangan mengaku bernama Ibrahim, nanti Anda dikira berbohong.
- Jangan pernah tertidur di dalam perjalanan dengan taxi, untuk menghindari supir taxi menagih tarif taxi plus tarif sewa kamar.
Kategori Macet di Jalan Tol
[ Gambar diambil waktu bermacet ria di tol dalam kota sekitar Cawang arah Tanjung Priuk/Bandara]
Untuk yang udah biasa menggunakan jalan tol dalam kota Jakarta pasti ga kaget lagi dong melihat photo diatas. Macet di dalam jalan tol yang harusnya bebas hambatan itu bukan hal yang aneh di negeri ini.
Untuk memudahkan, macet disini biasanya saya kategorikan ke dalam 2 kategori. Kategori pertama macet, padat, tapi tetep jalan. Maksimal mobil jalan dengan kecepatan 5 KM/Jam. Mungkin sama dengan kecepatan orang jalan kaki biasa ya. Nah, kategori kedua ini yang bikin kesel banget. Yaitu kategori macet banget, total, dan jalan 5 menit sekali. Kecepatannya bisa lebih lambat dari kategori pertama, dibawah 5 KM/Jam.
Untuk membedakan kategori macet ini sangat mudah. Cukup lihat apakah ada pedagang asongan yang berada di dalam ruas jalan tol atau tidak. Jika ada, berarti macetnya masuk kategori dua. Nah, jika nanti anda melihat ada pedagang asongan di dalam jalan tol dimana kondisinya lagi macet jangan senang dulu. Mungkin bagi yang belum tau penyebab para pedagang asongan itu masuk jalan tol akan keburu senang. “Asiikk…ada jajanan nih, lumayan, lagi macet gini enakan makan gorengan ama minum es nih..”. Biasanya sih yang belum tau cirri-ciri kategori diatas pasti akan komentar begitu. Kalo saya sih ngeliat para pedagang asongan udah masuk jalan tol dalam kota langsung lemes, “waduh..bakalan lama di dalem tol…
“






