Karsa Menang Tipis Lagi, Gugat Tidak Ya?
Jumat kemarin tanggal 30 Januari 2009 Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur telah memutuskan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Soekarwo-Syaifullah Yusuf (Karsa) memenangkan pertarungan di pilkada Jatim terhadap lawannya Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (Kaji). Setelah sebelumnya seluruh hasil penghitungan suara digabungkan termasuk hasil pencoblosan ulang di Kabupaten Bangkalan dan Sampang. Dari hasi rekapitulasi suara pencoblosan ulang kemarin, kubu Karsa menang tipis di kedua Kabupaten.
Secara keseluruhan pasangan Karsa meraih 7.660.861 suara atau 50,11 persen. Sedangkan pasangan Kaji memperoleh 7.626.757 atau 49,89 persen suara. Saya sendiri berharap hasil ini dapat diterima semua pihak. Tidak ada lagi saling gugat antara dua kubu yang bersaing di pilkada Jatim kemarin. Sudah banyak waktu dan biaya yang dikeluarkan untuk melakukan pencoblosan ulang kemarin. Sudah semestinya pihak yang kalah maupun yang menang dapat bekerjasama membangun Jawa Timur ke arah yang lebih baik.
Karsa Menang Tipis di Jatim
Akhirnya terjawab sudah siapa yang akan menjadi gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur mendatang. Hasil akhir hitung manual pilkada Jatim oleh Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur (KPU Jatim) mengumumkan pasangan Sukarwo dan Safullah Yusuf (Karsa) keluar sebagai pemenang dengan perolehan 7.729.944 suara. Sedangkan pasangan Khofifah Indar Parawangsa dan Mujiono (Kaji) memperoleh 7.699.721 suara. Pasangan Karsa menang tipis kurang dari satu persen atas lawannya Kaji.
Padahal hasil hitung cepat (quick count) berbagai lembaga survey independent sebelumnya mengumumkan pasangan Kaji menang tipis atas Karsa dengan selisih satu persen juga. Hasil ini berbanding terbalik dengan hasil hitung manual (rekapitulasi) KPU Jatim.
Jadi sudah bisa ditebak dong pasti bakalan ada sanggahan dari pihak yang kalah. Saya kira ini wajar dilakukan, asal sanggahan atau penolakan atas keputusan tersebut masih dalam koridor persatuan dan kesatuan. Tidak adanya usaha saling mengerahkan massa yang sudah pasti akan berujung pada anarkis. Siapapun yang nantinya akan memimpin Jawa Timur sudah semestinya masyarakat Indonesia, khususya Jawa Timur mendukung dan memberikan arahan kepada calon pemimpin daerah mereka untuk kemajuan dan kesejahteraan mereka juga.

