Tidak Biasanya Kena Macet di Tol Cipularang
Tidak biasanya jalan Tol Cipularang macet, kalaupun macet biasanya terjadi di ruas cikampek sebelum masuk ke ruas Cipularang-Bandung. Berbeda dengan Jakarta yang kemacetan sudah menjadi hal yang wajar, biasa, lumrah… pokoknya sudah tidak aneh deh klo kena macet di Jakarta. Dari macet merayap sampai macet total tidak jalan, komplit ada di Jakarta. Tapi tidak dengan ruas Tol Cipularang, kemacetan tidak pernah terjadi. Setidak itu yang selama ini saya alami. Secara saya lumayan sering bolak-balik Jakarta-Bandung. Di hari weekend pun dimana biasanya Bandung menjadi kota tujuan orang-orang Jakarta untuk berlibur, Cipularang akan tetap lancar.
Ternyata penyebab kemacetan di Tol Cipularang kemarin adalah karena tanah longsor. Tanah longsor yang berasal dari bukit di pinggiran tol Cipularang ambrol. Kemungkinan besar karena pengelola tol hujan yang memang belum berhenti dari semalam. Tanahnya menutupi badan jalan arah Bandung dari Jakarta. Alhasil akses ke arah Bandung tertutup total oleh tanah. Padahal tempat kejadian tanah longsor (KM 114) itu hanya beberapa kilometer dari pintu tol (KM 120) Padalarang, Bandung. Tapi apa mau dikata, jalannya tertutup tidak bisa dilewati. Dan jadilah macet yang puannnjaanngg buanget… Kemacetan ini memang disebabkan oleh kejadian alam. Tapi apakah kejadian alam tanah longsor tersebut dipicu oleh ulah manusia? Tanyain aja deh ama pengelola jalan tolnya, mungkin mereka lebih tahu.
Dan akhirnya setelah menunggu beberapa jam kemudian mobil-mobil dari arah Jakarta ke Bandung dialihkan ke ruas seberangnya. Alias berbagi jalan dengan mobil yang dari arah Bandung ke Jakarta.
Anak Sekolahan kok Jadi Korban sih?
Pemprov DKI Jakarta senin kemarin, 5 Januari 2009, mulai menerapkan aturan pemberlakuan masuk jam sekolah 06.30 WIB. Aturan ini membuat siswa yang bersekolah di Jakarta harus masuk 30 menit lebih awal, yang biasanya mereka masuk sekolah pukul 07.00 WIB.
![]() |
| From Jalan-Jalan |
Alasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan aturan ini karena untuk mengurangi kemacetan di ruas jalan-jalan ibukota pada jam masuk kantor yang memang sudah parah sekali, dan masuk kategori macet banget. Tapi kok sepertinya tidak ada pengaruhnya ya. Memang baru dua hari aturan ini efektif berjalan. Selama dua hari ini jalanan di Jakarta yang biasa macet tetap macet. Mau kearah Ratu Plaza butuh 2 jam lebih dari Cibubur. Padahal itu lewat jalan tol lho, jalan yang berbayar dan seharusnya bebas hambatan itu tuh. Beda sekali dengan kondisi jalan tol Cipularang-Bandung di pagi hari. Kejauhan tidak ya membandingkannya?
| From Jalan-Jalan |
Sepertinya untuk mengatasi kemacetan ini pemerintah sengaja menjadikan anak sekolahan korban. Dengan tidak menyentuh akar permasalahan penyebab kemacetan itu sendiri. Semestinya Pemerintah menertibkan dan membatasi penjualan kendaraan di Ibukota dengan sebelumnya memperbaiki sarana transportasi massal. Bukan menjadikan siswa sekolahan korban atas masalah yang mereka tidak buat. Suka aneh ya pemerintahan negeri ini, mengatasi masalah tanpa memberesi akar permasalahan yang sudah jelas didepan mata, dan membuat masalah baru untuk mengatasi masalah tersebut. Bingung kan?sama.
Kategori Macet di Jalan Tol
[ Gambar diambil waktu bermacet ria di tol dalam kota sekitar Cawang arah Tanjung Priuk/Bandara]
Untuk yang udah biasa menggunakan jalan tol dalam kota Jakarta pasti ga kaget lagi dong melihat photo diatas. Macet di dalam jalan tol yang harusnya bebas hambatan itu bukan hal yang aneh di negeri ini.
Untuk memudahkan, macet disini biasanya saya kategorikan ke dalam 2 kategori. Kategori pertama macet, padat, tapi tetep jalan. Maksimal mobil jalan dengan kecepatan 5 KM/Jam. Mungkin sama dengan kecepatan orang jalan kaki biasa ya. Nah, kategori kedua ini yang bikin kesel banget. Yaitu kategori macet banget, total, dan jalan 5 menit sekali. Kecepatannya bisa lebih lambat dari kategori pertama, dibawah 5 KM/Jam.
Untuk membedakan kategori macet ini sangat mudah. Cukup lihat apakah ada pedagang asongan yang berada di dalam ruas jalan tol atau tidak. Jika ada, berarti macetnya masuk kategori dua. Nah, jika nanti anda melihat ada pedagang asongan di dalam jalan tol dimana kondisinya lagi macet jangan senang dulu. Mungkin bagi yang belum tau penyebab para pedagang asongan itu masuk jalan tol akan keburu senang. “Asiikk…ada jajanan nih, lumayan, lagi macet gini enakan makan gorengan ama minum es nih..”. Biasanya sih yang belum tau cirri-ciri kategori diatas pasti akan komentar begitu. Kalo saya sih ngeliat para pedagang asongan udah masuk jalan tol dalam kota langsung lemes, “waduh..bakalan lama di dalem tol…
“





