Ponari dan Kegagalan Pemerintah
Pasti sudah pada tahu dong berita tentang seorang anak kecil kelas 3 SD yang diklaim banyak orang sebagai dukun yang bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Ponari yang saat ini menyandang titel dukun cilik memang menjadi fenomena tersendiri bagi bangsa Indonesia. Dengan teknik pengobatan yang nyeleneh, yaitu dengan hanya mencelupkan batu ‘khusus’ oleh sang dukun cilik Ponari ke air minum yang telah disiapkan oleh calon pasiennya dan kemudian air itu dimaksudkan untuk diminum oleh si pesakit agar dapat sembuh dari berbagai penyakit. Ribuan orang rela mengantri dengan suasana outdoor yang semrawut berdesak-desakan dengan tujuan mendapatkan pelayanan kesehatan murah dan dipercaya manjur tersebut.

Dukun Cilik Ponari sedang digendong sambil mencelupkan batu ke air pasien
Fenomena dukun cilik Ponari menjadi suatu indikasi kegagalan pemerintah Indonesia dalam menyediakan pelayanan kesehatan yang murah kepada rakyatnya. Terlepas dari kepercayaan mereka yang berobat kepada dukun cilik Ponari tersebut, jika dilihat dari sebagian besar calon pasien dukun cilik Ponari adalah berasal dari kalangan tidak mampu. Mereka yang jumlahnya ribuan dan mempunyai keterbatasan ekonomi tersebut sebagian telah menyerah terhadap tindakan medis kedokteran yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Sedangkan untuk berobat ke dukun cilik Ponari, si pasien hanya ditarik sumbangan sekedarnya dan iuran parkir yang terbilang relatif murah. Ini sudah menjadi bukti kuat kalau pemerintah Indonesia telah gagal memberikan layanan kesehatan yang bermutu bagus dan murah bagi rakyat miskin.
[Artikel diatas adalah salah satu opini dan tanggapan pribadi saya terhadap keadaan negeri ini. Tanpa ada maksud memojokkan atau memihak salah satu pihak. Saya sendiri berharap negeri ini akan dapat menjadi lebih baik dalam hal melayani rakyatnya.]
Banjir Dan Penyakit Leptospirosis
Intensitas hujan sudah mulai berkurang, banjir pun mulai sudah surut. Warga di bantaran sungai-sungai di Jakarta pun sudah mulai bersih-bersih. Tetapi meskipun sudah dibersihkan tetap saja ada bakteri dan kuman yang terbawa oleh air banjir akan sulit dibersihkan tanpa menggunakan bahan desinfektan. Masalahnya, banyak sekali penyakit yang dibawa oleh kuman-kuman dan bakteri-bakteri tersebut. Salah satunya adalah bakteri leptospira yang sangat berbahaya. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini dinamai leptospirosis. Bakteri leptospira biasanya di ditularkan melalui air kencing tikus, yang kemudian ikut hanyut dalam air banjir yang membanjiri rumah-rumah warga.
Jangan menganggap enteng penyakit leptospirosis. Penyakit ini bisa sangat mematikan bagi penderitanya jika tidak langsung ditanggulangi. Dengan ciri-ciri awal leptospirosis biasanya disertai oleh nyeri di seluruh badan dan panas badan yang tinggi. Dan kemudian akan membuat korban tidak sadarkan diri. Saya liat di berita, di Jakarta sendiri penyakit leptospirosis ini telah memakan korban. Jadi sudah sebaiknya kita melakukan pencegahan terhadap penyakit akibat banjir ini dengan melakukan pembersihan yang optimal. Salah satunya dengan menggunakan desinfektan untuk membunuh bakteri dan kuman yang ikut melalui banjir.
Sakit di Musim Hujan
Beberapa hari ini hampir setiap hari turun hujan di Jakarta. Mungkin karena sempat kehujanan di tambah cuaca yang mendung melulu jadi membuat badan saya tidak enak. Meriang dan kepala pusing jadi bikin aktifitas saya tersendat. Mau maksain makan banyak dan banyakin tidur tapi makan nasi kok rasanya jadi pahit ya? Tidur juga kok sulit ya? Sempat kawatir juga, jangan-jangan kena deman berdarah atau mungkin gejala penyakit Typus.
Seharusnya saya sudah memeriksakan diri ke dokter atau minimal ke Puskesmas deh. Tapi kok rasanya males banget ya. Diterusin aja dulu deh maksain makan dan tidur yang cukupnya. Mudah-mudahan hanya meriang dan sakit kepala biasa.
Mohon maaf buat teman-teman main futsal, saya jadi absent dulu deh dari jadwal rutin olahraga futsalnya. Termasuk juga kegiatan ngeblog yang agak tersendat juga, silaturahmi ke teman-teman blogger juga belum sempat dilakukan. Direncanakan secepatnya deh bisa menyambangi blog teman-teman lagi.
Rutin Berolahraga Untuk Kebugaran
Setelah liburan akhir pekan kemarin yang lumayan panjang karena ditambah liburan Imlek, jadwal berolahraga jadi terbengkalai. Liburan akhir pekan kali ini saya gunakan untuk istirahat dan jalan-jalan. Bukan maksudnya menomor duakan olahraga, tapi memang lagi rada males aja olahraga. Padahal di cuaca yang lagi tidak menentu sekarang ini, teorinya, olahraga sangat penting untuk membuat tubuh tetap bugar dan mencegah penyakit.
Kalau saya sendiri biasa ikutan olahraga futsal yang memang rutin seminggu sekali. Menurut ahli kesehatan di daerah saya, yang kebetulan petugas Puskesmas didekat rumah, olahraga minimal dilakukan 3 kali dalam seminggu. Petugas Puskesmas yang rada aneh tetangga saya itu memang bisa dikatakan benar anjurannya, secara dia paling ahlinya masalah kesehatan di tempat saya. [cuman becanda kok pak petugas Puskesmas, minta surat dokternya lagi ya bos,hehehe]. Tapi untuk ukuran saya seminggu sekali olahraga futsal sudah lumayan, daripada tidak sama sekali. Yuk ah rutin olahraga.
Puskesmas Ramai Karena Musim Hujan
Kebetulan jalan ke arah rumah saya melewati depan Puskesmas Kecamatan. Kalo diperhatikan keadaan Puskesmas sekarang saat ini sudah banyak berubah. Menjadi lebih baik pastinya. Setidaknya keadaan bangunannya makin lebih bagus. Mudah-mudahan pelayanan terhadap masyarakatnya juga menjadi lebih baik.
Akhir-akhir ini ketika hujan hampir setiap hari mengguyur Jakarta, keadaan Puskesmas dekat rumah saya menjadi lebih ramai. Jalan didepannya yang biasa saya lewati juga menjadi macet. Terlebih di cuaca yang sedang tidak menentu sekarang ini. Penyakit musiman banyak yang menjakiti masyarakat. Demam berdarah, diare, dan pilek sudah menjadi langganan di musim hujan ini. Sepertinya karena musim hujan yang sedang berlangsung saat ini yang menyebabkan Puskesmas di daerah saya ramai. Harapan kita semua Puskesmas sebagai pintu pertama bagi masyarakat untuk mendapat fasilitas kesehatan dari Negara sudah sepantasnya membantu meringankan beban masyarakat dalam hal mendapatkan hak kesehatan.
Awas Bahaya Demam Berdarah Dengue
Baru aja kemarin dapat kabar dari temen kalo dia baru keluar dari perawatan rumah sakit karena demam berdarah. Sempet kaget juga, soalnya ini orang jarang banget sakit. Dari bentuk tubuhnya aja keliatan sehat dan endut makmur. Kegiatan aktifitas sehari-harinya juga cenderung jauh dari tempat yang banyak nyamuknya. Karena penyebaran demam berdarah dengue (DBD) kan cuman lewat gigitan nyamuk aedes aegepty. Memang cuaca akhir-akhir ini lagi tidak bersahabat. Sebenarnya sih bisa dibilang udah lama tidak bersahabatnya, karena efek rumah kaca dan pemanasan global.
Wajib dengan cuaca yang berubah-ubah sekarang ini, kadang panas extreme kadang dingin, harus jaga kondisi badan dengan olahraga yang cukup, seperti futsal mungkin ( soerdjak banget nih,hehehe), dan makan makanan yang bergizi dikit. Kalo pagi-pagi biasa sarapan bubur, malamnya jangan bubur lagi, bisa lemes nantinya. Variasi dikit, makan malam menu steak sirloin
.
Selain jaga kondisi badan kita juga harus mencegah mendatangi tempat-tempat nyamuk aedes aegepty biasa bercengkrama. Kira-kira dimana aja ya biasanya mereka para nyamuk itu berkeliaran? Untuk lebih jelasnya bisa dicari lewat google. Yang sudah pasti sih jangan main di kebun. Dan dekat genangan air yang airnya tidak jalan alias mampet ( tipikal kali di Jakarta banget nih). Mewaspadai penyakit musiman yang berbahaya ini akan lebih bermanfaat daripada mengobatinya. Selain nyawa kita taruhannya, juga biaya rumah sakit yang mahal.
Waspadai Penyakit Akibat Cuaca Panas
Saat ini disebagian wilayah Indonesia sedang mangalami cuaca panas ekstrem. Panas yang sangat tidak biasa ini salah satu penyebabnya adalah menipisnya lapisan ozon bumi kita sebagai akibat dari efek rumah kaca.
Dampak dari pemanasan global ini meningkatnya panas suhu udara dan berubahnya iklim. Dampak lainnya yang harus kita waspasdai adalah timbulnya berbagai penyakit, diantaranya demam berdarah dengue (DBD) dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Di Indonesia penyakit demam berdarah (DBD) sangat mudah sekali menjadi wabah.
Udara panas membuat perilaku serangga berubah. Frekuensi kawin serangga meningkat dan nyamuk, khususnya nyamuk pembawa demam berdarah dengue (DBD) akan lebih banyak menghisap darah karena aktivitas bertelur butuh lebih banyak protein dari darah.
Karena kondisi suhu udara yang panas juga telur-telur nyamuk akan lebih cepat matang. Walaupun sebenarnya nyamuk akan lebih sulit menetaskan telur dalam kondisi kering. Tetapi dalam kondisi iklim yang berubah saat ini, hujan akan bisa tiba-tiba turun, dan intensitas kecil saja dari hujan akan membuat nyamuk bertelur lebih banyak dari biasanya.

