Hugo Chavez Presiden Venezuela Seumur Hidup
Referendum, kalau mendegar kata itu pikiran saya langsung tertuju pada Timor Leste. Sebuah Negara baru yang dulunya adalah salah satu Propinsi dari Indonesia, Timor Timur. Dan kemudian setelah jatuhnya kepemimpinan Presiden Soeharto dan didesak oleh PBB yang didukung oleh Negara-negara barat, maka diadakanlah referendum di Timor Timur. Yang hasilnya kita sudah pada tahu semua, sebagian besar rakyat Timor Timur memilih pisah dengan Indonesia, dan sekarang menjadi Negara Timor Leste.
Di Venezuela baru-baru ini juga telah diadakan referendum. Bedanya referendum di Negara penghasil wanita-wanita cantik kemarin itu berkaitan dengan keputusan menghapus batasan masa jabatan presiden disana, yang saat ini dipegang oleh Hugo Chavez. Dan hasilnya presiden Venezuela Hugo Chavez memenangkan jajak pendapat tersebut dengan angka mutlak. Yang artinya tidak ada lagi batasan masa jabatan untuk presiden Venezuela. Bisa juga dikatakan Hugo Chavez akan berkuasa menjadi presiden Venezuela “seumur hidup”.
Pro-kontra terhadap hasil referendum tersebut pasti ada. Tapi bisa dikatakan bahwa kemenangan Hugo Chavez ini akan menjadi pencerahan bagi masa depan Venezuela. Karena Hugo Chavez dianggap telah berhasil mengatasi kesenjangan sosial lewat program pengambilalihan kekayaan minyak bagi Negara. Nah itu bedanya lagi dengan Indonesia, sebab kalau di Indonesia yang terjadi adalah kebalikan dari programnya Chavez. Aneh ya.
Saling Tuding Akibat Kelangkaan BBM
Baru-baru ini ada kejadian yang membuat saya geli. Ini berkaitan dengan kelangkaan BBM di beberapa daerah di Indonesia dan juga isu penurunan harga premium dan solar. Sebelumnya berkaitan dengan hal ini para pengusaha SPBU dituduh melakukan konspirasi untuk menghentikan atau mengurangi pesanan BBM dari Pertamina karena adanya isu penurunan harga premium dan solar dalam waktu dekat ini. Tetapi kemudia mereka menyangkalnya dengan beralasan bahwa kelangkaan BBM bersubsidi premium dan solar baru-baru ini bukan karena mereka mengurangi stok pesanan dari Pertamina. Tetapi karena pendistribusian yang tidak lancar dari Pertamina sendiri.
Ya, saling tuding dan saling lempar tanggung jawab pun dimulai. Pihak Pertamina melalui pejabat yang berwenangnya pun langsung berdalih keterlambatan pendistribusian BBM dibeberapa daerah terjadi salah satunya karena adanya libur panjang pergantian tahun 2008-2009 kemarin. Sehingga banyak pegawai Pertamina yang libur dengan sekalian mengambil cuti massal. Pertamina juga berdalih bahwa saat ini mereka sedang melakukan perombakan dalam sistem pendistribusian BBM dengan sistem baru.
Pernyataan pejabat Pertamina ini langsung ditanggapi oleh om SBY dengan nada kecewa. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau yang biasa dipanggil SBY mengeluarkan pernyataan yang mengisyaratkan kekecewaaan sekaligus teguran terhadap kinerja Pertamina. “Salah. Tidak ada hari libur kalau mau melayani masyarakat. Bukan berarti harus ngantor. Tak ada excuse seperti itu,” Presiden SBY menegaskan. Beberapa saat kemudian pejabat Pertamina menanggapi imbauan Presiden itu dengan kesan cuek. Pejabat Pertamina ini bilang kalo dia siap diganti dan yang berhak memutuskan itu adalah para pemegang saham. Nah lho, bingung kan? Kok malah jadi ribut sih. Terus BBM nya jadi turun tidak nih?


