Lowongan CPNS Dosen Poltek UI 2009
Filed under: Berita, Bisnis, Indonesia, Teknologi Informasi, lowongan pekerjaan, olahraga
Berita baik nih buat para pencari kerja khususnya yang berminat jadi abdi Negara alias Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena di akhir tahun ini, 2009,Departemen Pendidikan Nasional akan membuka lowongan calon pegawai negeri sipil ( CPNS ) melalui Politeknik Negeri Jakarta ( PNJ ). Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) atau yang biasa disebut Politeknik Universitas Indonesia ( Poltek UI ) dahulu kalanya akan menerima calon pegawai negeri sipil, CPNS, sebanyak 18 orang, yang akan ditempatkan sebagai dosen dan teknisi di kampus tersebut.
Pendaftaran untuk menjadi dosen dan teknisi pegawai negeri sipil ( PNS ) di lingkungan Politeknik Negeri Jakarta (Poltek PNJ) akan dimulai pada 14 Oktober 2009 bertempat di gedung Direktorat lantai III Politeknik Negeri Jakarta. Adapun spesifikasi calon pegawai negeri sipil, cpns dosen dan teknisi, yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :
silahkan liat di website Politeknik Negeri jakarta, PNJ, untuk lebih jelasnya, www.pnj.ac.id
35 Tahun Lalu Peristiwa Malari Meletus
Hari ini, 15 Januari, 35 tahun yang lalu, terjadi peristiwa yang biasa disebut Malari. Malari sebenarnya adalah akronim dari “Malapetaka Lima Belas Januari”. Mengapa disebut malapetaka? Karena pada saat itu terjadi demonstrasi yang berakhir dengan kerusuhan. Malapetaka yang membuat belasan orang tewas, ratusan terluka.
Jakarta, 15 Januari 1974, adalah hari dimana kebebasan mengemukakan pendapat dibalas dengan pembungkaman yang disertai kekerasan oleh sang penguasa negeri ini waktu itu. Kerusuhan pun merembet ke pengrusakan sarana umum dan penjarahan. Buntut dari kejadian itu adalah ditangkapnya beberapa tokoh dan aktifis mahasiswa yang diduga ikut bertanggung jawab terjadap kejadian Malari. Sejumlah surat kabar juga diberangus. Pemegang jabatan strategis militer pada saat itu juga diganti.
Peristiwa Malari berawal dari apel ribuan mahasiswa dan pelajar yang berlangsung dari kampus Universitas Indonesia (UI) di Jalan Salemba, Jakarta Pusat, hingga menuju kampus Universitas Trisakti di Grogol, Jakarta Barat. Apel yang dilakukan oleh para mahasiswa itu menghasilkan keputusan untuk mendesak pemerintah pada saat itu untuk memberantas korupsi dan juga mengubah kebijakan ekonomi terutama mengenai modal asing yang didominasi Jepang, dan membubarkan lembaga tidak konstitusional seperti Asisten Pribadi Presiden. Apel itu bertepatan dengan datangnya Perdana Menteri Jepang Kakuei Tanaka ke Jakarta pada 14-17 Januari 1974.
Setelah apel selesai, para mahasiswa dan pelajar peserta apel tersebut membakar patung PM Jepang, Kakuei Tanaka. Lalu kemudian mereka mencoba menerobos masuk ke Istana Presiden di kawasan Monas, yang saat itu sedang ada pertemuan antara Presiden Soeharto dengan Kakue Tanaka di dalam Istana Presiden. Aparat keamanan pun merespon dengan memblokade para demonstran, dan entah siapa yang memulai, kemudian demonstrasi itu berujung pada kerusuhan.
Malari merupakan catatan hitam negeri ini. Tidak tertampungnya aspirasi masyarakat pada saat itu adalah menjadi salah satu penyebabnya. Keputusan yang diambil terhadap para demonstran pada waktu itu juga telah membuktikan kearoganan pemimpin negeri. Semoga kejadian seperti Malari, yang merupakan malapetaka buat kita semua, tidak pernah terulang lagi di negeri ini.



